UNAIR NEWS 鈥 Diantara Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) 2016 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) adalah PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M). Berkenaan dengan itu, salah satu PKM-M karya mahasiswa 东京热 yang lolos dan memperoleh pendanaan dari Dikti adalah PKM-M 鈥淏oncabe鈥 (Boneka Cerdas, Pandai dan Berbakat) dengan tema 鈥淗idup Sehat dan Bersih Bersama Boncabe鈥. Boncabe ini sudah terbukti mengedukasi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) ketika dipraktikkan di Yayasan Cita Hati Bunda, Sidoarjo.
Tim PKM-M Boncabe tersebut terdiri dari Lidya Victoria (Ilmu Politik FISIP聽2013), Fadhli Zul Fauzi (FISIP, Ilmu Politik 2013), Moch. Yazid Abdul Z.A (Fak. Vokasi, Hiperkes dan Keselamatan Kerja 2014), Yasdad Al Farisi (FISIP, Ilmu Politik 2013), dan M. Habib Hidayatulloh (FKM, Kesehatan Masyarakat 2014).
Menurut Lidya Victoria, Ketua Tim PKM-M ini, boneka ini dalam praktiknya disertakan bersama alat peraga yang lain seperti gambar dan video untuk berkomunikasi dengan anak-anak ABK. Mengapa dipilih alat ini, karena alat peraga seperti boneka, gambar, dan video animasi itu sangat mudah dicerna dan menarik perhatian bagi anak-anak, khususnya ABK.
Seperti diketahui, Yayasan Cita Hati Bunda ini sebelumnya bernama Pusat Pendidikan dan Terapi Anak Berkebutuhan Khusus 鈥淐ita Hati Bunda鈥, berdiri pada 23 April 2004. Kemudian diresmikan menjadi badan hukum berupa yayasan dengan nama Yayasan Cita Hati Bunda berdasarkan Akta Notaris No. 25 tanggal 16 Maret 2006 oleh notaris Ony Septy Pontuanto SH.
Dipilihnya Yayasan Cita Hati Bunda sebagai aplikasi Boncabe ini karena di yayasan yang memiliki 20 tenaga pengajar dan 39 murid anak dengan kebutuhan khusus yang berbeda diantaranya 29 anak Autisme, 5 anak ADHD, 2 anak Cereberal Palsy, 2 anak Tuna Rungu, 3 anak Slow Learner, dan 3 anak Down Syndrome. ABK yang ada di Yayasan Cita Hati Bunda ini rata-rata berusia tujuh hingga 15 tahun, dan diantaranya dari keluarga dengan ekonomi menengah kebawah.
Dengan tema 鈥淗idup Sehat dan Bersih Bersama Boncabe鈥, PKM-M Boncabe ini memiliki empat program kerja yang dilaksanakan dalam delapan kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dan kedua dengan program 鈥淏oncabe Bersih鈥, disinilah siswa ABK di yayasan ini diajarkan tujuh langkah cuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, mengganti baju kotor dan mandi.

Pada pertemuan selanjutnya, yaitu pertemuan ke-3 dan ke-4, dengan program bernama 鈥淪enyum Ceria Boncabe鈥, anak-anak diajarkan pentingnya menjaga kesehatan gigi, cara menyikat gigi dengan benar, dan cara merawat gigi yang baik. Pada pertemuan ke-5 dan ke-6 dengan program bernama 鈥淢akanan Bergizi Pilihan Boncabe鈥 diajarkan materi tentang pentingnya sarapan dan pilihan menu makanan yang bergizi. Kemudian pada dua pertemuan terakhir dengan tema 鈥淥lahraga Rutin, Aktivitas Sehat dan Tubuh Kuat鈥 diberikan materi tentang anjuran untuk berolahraga secara rutin agar bisa selalu sehat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
鈥滽onsep PKM-M Boncabe ini sasaran kami memang agar anak-anak ABK di sebuah sekolah bisa menerapkan pola hidup sehat pada setiap kegiatan dan keseharian mereka, agar kesehatan mereka juga bisa tetap terus terjaga,鈥 kata Moch. Yazid Abdul Z.A menambahkan.
Tim PKM-M Boncabe berharap dengan konsep dan materi Boncabe ini para guru yang ada di Yayasan Cita Hati Bunda dapat terus melanjutkan pelajaran terhadap anak-anak ABK siswanya, meskipun tim PKM-M Boncabe sudah tidak ada di yayasan ini. Dengan berakhirnya program-program yang sudah diberikan Tim PKM-M Boncabe diharapkan tim mahasiswa UNAIR ini mampu membuat modul dan CD program agar dapat diterapkan pada yayasan-yayasan anak berkebutuhan khusus (ABK) lainnya. (*)
Penulis : Bambang Bes





