¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Menambang Listrik Gratis dari Asap Dapur: Solusi Energi Terbarukan Masa Depan Bangunan Ramah Lingkungan

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Latar Belakang & Masalah

Setiap hari, aktivitas memasak di area domestik maupun komersial menghasilkan buangan panas (waste heat) dalam jumlah besar yang terbuang sia-sia melalui cerobong penyedot asap (kitchen hood). Di tengah percepatan transisi menuju net-zero emission dan bangunan hemat energi (green building), potensi energi termal berskala mikro ini kerap terabaikan karena kerap dianggap sulit dipanen. Tantangan utamanya terletak pada bagaimana mengkonversi fluks panas berfluktuasi tersebut menjadi energi listrik yang stabil tanpa menambah beban operasional peralatan. Pertanyaannya, mungkinkah kita menyulap panas buang dari cerobong dapur menjadi sumber listrik mandiri yang efisien dan ramah lingkungan?

Penjelasan / Isi Tulisan

Sebuah tim peneliti lintas disiplin menghadirkan solusi inovatif melalui integrasi teknologi Thermoelectric Generator (TEG) berstruktur crossflow pada sistem saluran (ducting) kitchen hood. Dengan memanfaatkan efek Seebeck, modul termoelektrik berbasis Bismuth Telluride (Bi2Te3) dipasang di antara dua aliran udara yang saling bersilangan: aliran udara panas hasil memasak dan aliran udara dingin dari luar. Melalui simulasi dinamika fluida komputasional (CFD 3D) yang tervalidasi presisi dengan tingkat kesalahan (error) di bawah 5%, penelitian ini mengungkap dinamika distribusi suhu dan performa daya secara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi aliran silang (crossflow) menghasilkan pola gradien suhu diagonal yang unik. Pada kondisi suhu masukan udara panas sebesar 600 K, sistem ini mampu menghasilkan total daya listrik sebesar 19,03 Watt dengan efisiensi sistem mencapai 2,75%. Efisiensi ini terbukti unggul signifikan jika dibandingkan dengan pemanfaatan panas buang berskala rendah konvensional lainnya. Peningkatan kecepatan aliran di area persilangan akibat penyempitan saluran secara alami turut memperkuat transfer panas konvektif, menjaga perbedaan suhu tetap optimal untuk memanen listrik.

Penutupan / Simpulan

Penelitian ini membuktikan bahwa dapur modern tidak lagi sekadar tempat mengolah makanan, tetapi juga berpotensi menjadi pembangkit mikro energi bersih. Dengan memanfaatkan teknologi crossflow thermoelectric, pembuangan panas dari kitchen hood berhasil diubah menjadi peluang energi terbarukan yang dapat mendukung kebutuhan daya sensor IoT maupun sistem pencahayaan mandiri di dalam bangunan. Inovasi ini memberikan pijakan ilmiah yang kuat bagi perancang arsitektur dan teknisi bangunan dalam mewujudkan konsep sustainable smart building. Ini bukan sekadar tentang memanen panas sisa, melainkan langkah nyata mengoptimalkan setiap joule energi demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Penulis: Dr. Rezi Delfianti, S.Pd.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/crossflow-thermoelectric-kitchen-hood-system-for-enhancing-sustai/

AKSES CEPAT