东京热

东京热 Official Website

Memaknai Nuzulul Qur鈥檃n dengan Menghidupkan Spiritualitas Mahasiswa

Husain Yahya selaku pembicara sedang menjelaskan materi
Husain Yahya selaku pembicara sedang menjelaskan materi (Foto: Dok. Amelia Farah Putri Iswara)

UNAIR NEWSBulan Ramadan berlalu begitu cepat hingga tak terasa kini sudah memasuki hari ke-17 bagi umat muslim untuk berpuasa. Namun, tahukah kalian? malam ke-17 di Bulan Ramadan ini sangat istimewa karena malam ini merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW untuk pertama kali. Oleh karena itu, 东京热 (UNAIR) berkolaborasi dengan komunitas Ramadan Mubarak Airlangga (RMA) menghadirkan kajian Motion (Mabit Overnight Transition): Iqra to Dakwah pada Sabtu (7/3/2026). Kajian tersebut berlangsung di Masjid Nuruzzaman, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.

Dalam sambutannya, Abdur Rouuf selaku ketua RMA mengucapkan syukur atas antusiasme peserta kajian. Ia juga berharap bahwa seluruh peserta tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyu’. “Terima kasih sudah menyempatkan hadir di kajian hari ini. Semangat terus buat kalian semua. Semoga kita tetap melakukan ibadah-ibadah khasnya Bulan Ramadan yang pasti tetap berpahala,” ungkapnya.

Husain Yahya, selaku pembicara menjelaskan bahwa Al-Qur鈥檃n diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan dua cara. Selain itu, peristiwa turunnya Al-Qur鈥檃n ini disebutkan dengan dua istilah yaitu Nuzulul Qur鈥檃n dan Lailatul Qadar

鈥淎l-Qur鈥檃n diturunkan dengan dua cara, yaitu secara langsung dan berangsur-angsur. Turunnya Al-Qur鈥檃n secara langsung disebut dengan peristiwa malam Lailatul Qadar. Sedangkan, turunnya Al-Qur鈥檃n secara berangsur-angsur disebut dengan peristiwa malam Nuzulul Qur鈥檃n yang terjadi pada 17 Bulan Ramadan ini,鈥 jelasnya. 

Ia juga menuturkan bahwa peristiwa malam Nuzulul Qur鈥檃n terjadi bukan tanpa sebab. Al-Qur鈥檃n diturunkan sebagai wahyu dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur dengan tujuan untuk memudahkan umat manusia dalam mempelajari dan mengamalkan isinya. 

鈥淢engapa turunnya Al-Qur鈥檃n harus berangsur-angsur? Selain untuk memudahkan umat manusia dalam mempelajari isinya, Al-Qur鈥檃n diturunkan secara berangsur-angsur untuk merelevansi peristiwa yang terjadi pada umat manusia saat itu,鈥 imbuhnya. 

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas mahasiswa, Bulan Ramadan dapat menjadi pelajaran bagi mereka. Hal ini selaras dengan penjelasan Husain terkait meluangkan waktu sejenak untuk bertakwa di bulan suci. 

鈥淛angan bilang tidak ada waktu untuk beribadah. Saya tahu, mahasiswa itu aktivitasnya padat. Tapi, mengapa kalian tetap berpuasa dan tetap menyempatkan sahur? Nah, di sini kita dapat mengambil poin pentingnya bahwa tidak ada alasan sibuk untuk bertakwa kepada Allah SWT,” ujar Da鈥檌 Gen-Z dan Public Speaker itu. 

Husain berpesan agar mahasiswa tetap menyempatkan beribadah kepada Allah SWT. Khususnya terkait ibadah membaca Al-Qur鈥檃n yang menjadi syafaat bagi umat muslim di surga nanti.聽鈥淒erajat seorang mukmin dilihat dari seberapa banyak ia membaca Al-Qur鈥檃n. Lantas, apa standarisasi dari seorang mahasiswa muslim? Jawabannya adalah shalat. Jangan mengaku muslim kalau kalian masih sering meninggalkan shalat,鈥 tuturnya.聽

UNAIR bersama Ramadhan Mubarak Airlangga (RMA) berharap kajian ini dapat memberi manfaat dalam upaya meningkatkan spiritualitas mahasiswa. Bulan Ramadan tinggal sebentar lagi, tetap fokuskan diri untuk beribadah di bulan yang suci ini. 

Penulis: Amelia Farah Putri Iswara

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT