Preeklampsia merupakan penyebab tertinggi kematian ibu hamil dan bayi di dunia. Diperkirakan terjadi kematian ibu sebesar 76.000 dan 500.000 kematian bayi di seluruh dunia setiap tahunnya akibat preeklampsia. Preeklampsia mempengaruhi 2-10% kehamilan di seluruh dunia, prevalensi kejadian preeklamsia di Indonesia berkisar antara 3-10%. Preeklampsia adalah merupakan sindrom penyakit pada kehamilan dengan gejala hipertensi dan proteinuria setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu. Penyebab preeklampsia sampai saat ini masih belum jelas, meskipun sudah banyak penelitian yang dilakukan, penyebab preeklampsia adalah multifaktorial, termasuk gangguan dalam regulasi angiogenesis, peradangan sistemik, dan disfungsi endotel. Patofisiologi preeklampsia melibatkan dua tahapan, dengan tahap pertama ditandai dengan iskemia plasenta dan hipoksia yang disebabkan oleh perkembangan pembuluh darah plasenta yang abnormal selama trimester pertama. Kondisi patologis sistemik ini ditandai dengan sekresi faktor antiangiogenik, yaitu Soluble FMS-like tyrosine kinase-1 (sFlit-1), sementara itu, pada tahap kedua, terjadi manifestasi klinis preeklampsia. Preeklampsia mengakibatkan penurunan ketersediaan faktor angiogenik dan menyebabkan disfungsi endotel.聽 Kerusakan jaringan merangsang pelepasan faktor pertumbuhan angiogenik yang mengikat reseptor pada sel endotel vaskular ibu, yang menyebabkan aktivasi endotel dan pensinyalan intraseluler ke nukleus. Kondisi ini menginduksi ekspresi enzim proteolitik, seperti matriks metaloproteinase (MMP-2 dan MMP-9), yang disintesis dan disekresikan oleh sel endotel untuk mendegradasi membran basal, memungkinkan migrasi sel endotel dan pembentukan pembuluh darah baru. Hal ini mengakibatkan vasokonstriksi sistemik dan hipertensi. Studi terbaru聽 menunjukkan bahwa pengurangan sFlit-1 melalui aktivasi faktor penginduksi hipoksia (HIF-1伪) dapat meningkatkan angiogenesis, menurunkan tekanan darah, dan menghambat jalur inflamasi (TNF-伪, VCAM-1) pada model tikus preeklampsia.
Diagnosis preeklampsia ditegakkan berdasarkan adanya hipertensi dan proteinuria pada usia kehamilan diatas 20 minggu. Hipertensi biasanya muncul lebih awal. Untuk diagnosis preeklampsia, kenaikan tekanan sistolik harus 30 mmHg atau lebih di atas nilai normal atau mencapai 140 mmHg atau lebih. Kenaikan tekanan diastolik sebenarnya lebih dipercaya. Apabila tekanan diastolik naik 15 mmHg atau lebih, atau 90 mmHg atau lebih, maka hipertensi dapat didiagnosis. Penentuan tekanan darah dilakukan minimal 2 kali dengan selang waktu 6 jam pada keadaan istirahat. Proteinuria berarti konsentrasi protein melebihi 0,3 g/L dalam urin 24 jam, atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan +1 atau +2 atau 1 g/L atau lebih dalam urin yang dikeluarkan kateter atau midstream yang diambil minimal dua kali dengan jarak 6 jam. Biasanya proteinuria timbul lebih lambat daripada hipertensi dan edema, sehingga harus dianggap tanda serius. Kurangnya pengobatan yang menargetkan mekanisme molekuler yang mendasari preeklampsia memerlukan penyelidikan lebih lanjut terhadap potensi pengobatan alternatif. Kami melakukan penelitian untuk menganalisis mekanisme yang terlibat dalam efek penurunan tekanan darah dari Elautherine palmifolia, yaitu peran TNF-伪, TGF-尾, sFlit-1, dan VCAM-1. Sebanyak 30 tikus betina BALB-C berusia 2鈥3 bulan dan berat 25鈥30 g ikut dalam penelitian ini, dibagi menjadi lima kelompok: dua kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan yang menerima ekstrak etanol dari umbi bawang Dayak dengan dosis masing-masing 90, 100, dan 125 mg/kg berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak bawang Dayak menurunkan kadar TNF-伪 dan sFlt-1. Penurunan sFlt-1 berkaitan dengan tekanan darah diastolik yang lebih rendah, sementara ekstrak bawang dayak juga memberikan efek langsung pada tekanan darah diastolik. Ekstrak bawang Dayak juga menurunkan ekspresi VCAM-1, yang mencerminkan peningkatan fungsi endotel, sedangkan pada TGF-尾 memberikan kontribusi minimal. Kesimpulan Eleutherine palmifolia memodulasi jalur inflamasi, angiogenik, dan endotel yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah diastolik, dengan mengurangi kadar TNF-伪, sFlt-1, dan menurunkan ekspresi VCAM-1.
Disarikan dari artikel dengan judul: 鈥Mechanisms involved in the Blood Pressure Lowering Effect of Eluthereine palmifolia in Preeclampsia Contribution of TNF-伪, TGF-脽, sFlit-1, and VCAM-1 鈥 yang diterbitkan bulan April 2026 di Tropical Journal of Natural Product Research, Vol. 10 No. 3, Halaman: 7833-41. Link:
Penulis:
Prof. Dr Irwanto,dr SpA(K)
Scopus ID 59912681400
Departemen Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran 东京热





