东京热

东京热 Official Website

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Borong Juara di Isshoni Tanoshimimashou

Malika dan Martha berjuang dalam Kanji Taikai, Isshoni Tanoshimimashou 20 (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Dua mahasiswa , (FIB), berhasil mengharumkan nama 东京热 (UNAIR) dalam ajang Kanji Taikai dengan skala nasional. Mereka mengikuti Isshoni Tanoshimimashou yang berlangsung pada Sabtu聽(23/5/2026) dan diselenggarakan oleh prodi Sastra Jepang Universitas Brawijaya. Isshoni Tanoshimimashou merupakan festival budaya Jepang dan kompetisi nasional tingkat pelajar dan mahasiswa perguruan tinggi.

Di peringatannya yang ke 20 tahun, Isshoni Tanoshimimashou kembali menggelar berbagai lomba tingkat universitas secara daring. Salah satunya adalah Kanji Taikai, kompetisi yang menguji kemampuan dan pemahaman akan aksara kanji Jepang. Kedua mahasiswa UNAIR yang berhasil mendapatkan gelar tersebut adalah Malika Nur Kamila Salmuddin sebagai juara pertama dan Martha Cahya Sahirah sebagai juara ketiga. Keduanya berhasil membuktikan kemampuan mereka dalam menaklukkan soal dengan standar Japanese Language Proficiency Test level N3-N2, yakni tingkat menengah atas dengan cakupan penguasaan sekitar 1.000 karakter kanji.

Bagi Malika yang masih berstatus mahasiswa tingkat pertama di Prodi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR, Kanji Taikai menjadi pengalaman yang menantang karena ajang tersebut merupakan kompetisi kanji pertama yang ia ikuti. Pada awalnya, ia sempat merasa kurang percaya diri untuk mengikuti kompetisi tersebut karena tingkat kesulitan kanji yang diujikan tergolong tinggi dan umumnya diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat tiga maupun empat. Ia mengaku sempat merasa grogi dan ragu karena masih banyak hal yang perlu dipelajari. Namun, dukungan dari dosen dan teman-teman mendorongnya untuk tampil lebih berani dan percaya akan kemampuan yang ia miliki.

Berkat latihan simulasi intensif selama tiga minggu, Malika yang semula diliputi rasa khawatir dan pesimis perlahan mulai menunjukkan keberanian, serta semangat dalam menghadapi soal-soal kanji selama kompetisi. 鈥淧uji Tuhan saya dapat mengerjakan dan saat final juga dapat menjawab dengan baik. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa karena saya dapat bertemu dengan peserta lain yang sangat mahir di bidang kanji,鈥 ucap Malika penuh rasa syukur.

Martha, mahasiswa tahun ketiga Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR, tengah memulai perjuangannya dalam menyusun proposal skripsi demi tugas akhir akademiknya. Di tengah kesibukannya, ia tetap termotivasi untuk mengikuti kompetisi yang ia sukai, yakni kanji. Berawal dari ketertarikannya pada aksara kanji Jepang, ia berusaha rutin untuk membagi waktunya dari pagi hingga malam untuk belajar kanji dan menyusun proposal skripsi. Ia membagi waktunya untuk mempelajari berbagai karakter kanji melalui buku, aplikasi, hingga dari video YouTube. 

Kompetisi ini memberikan kesan yang berharga bagi Martha, ia tidak menyangka dapat melewati seluruh tahapan lomba dengan baik. Meskipun demikian, Martha menyadari masih banyak yang perlu dipelajari, terutama dalam menulis kanji. Awal babak penyisihan, ia tidak merasa gugup, namun ketika masuk babak final, rasa takutpun mulai melanda. 鈥淲alau masih banyak kanji yang belum saya kuasai, tapi saya bersyukur sebagian besar jawaban yang saya berikan benar,鈥 jelas Martha.

Menurut Malika dan Martha, kunci mengikuti berbagai kompetisi adalah manajemen waktu agar persiapan lomba dan perkuliahan tetap seimbang. Fokus kembangkan kemampuan, dan memanfaatkan ilmu yang dipelajari bagi diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, tidak lupa untuk selalu berdoa dan berserah pada Tuhan selama proses latihan maupun perlombaan.

Komitmen Prodi Bahasa dan Sastra Jepang FIB Unair dalam memberikan peluang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik selaras dengan implementasi Sustainable Development Goal (SDGs) poin ke-4, yaitu quality education.

Penulis: Dhaniswari Ananta Ayu, M.Hum.

AKSES CEPAT