Hypertransaminasemia seringkali didapatkan pada hasil evaluasi laboratoris anak-anak dengan berbagai macam kondisi klinis yang diderita yang didasari oleh beragam etiologi, baik yang berhubungan dengan gangguan fungsi hati maupun tidak. Sebagian besar hypertransaminasemia bukan merupakan kondisi yang serius dan hanya bertahan sementara, namun dapat juga bermanifestasi menjadi kondisi yang mengancam jiwa atau disebut juga warning signs. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui predominan penyebab hypertransaminasemia pada anak sehingga pendekatan medis yang sistematis dapat dilakukan lebih awal untuk menghindari perburukan kondisi anak di kemudian hari.
Hasil penelitian pada pasien hypertransaminasemia anak-anak di RSUD Dr. Soetomo memberikan hasil bahwa sebagian besar penyebabnya tidak berasal dari gangguan organ hati itu sendiri. Etiologi terbanyak sebagai penyebab utamanya adalah gangguan fungsi liver karena efek pemberian obat. Ketika dikelompokkan berdasarkan derajat keparahannya, sebagian besar termasuk dalam derajat ringan dan sebagian besar didapatkan pada anak usia 18 bulan-12 tahun. Hasil ini membuka pandangan baru bahwa hipertransaminasemia tidak hanya berhubungan dengan masalah hati, dan penyebabnya sangat bergantung dengan usia. Seperti halnya pada studi ini, penyebab terbanyak kedua yang didapatkan adalah infeksi virus yang umumnya didapat pada kelompok usia <2 tahun. Perbedaan yang signifikan didapatkan pada penyebab hypertransminasemia dan kadar ALT. Meskipun sebagian besar ditemukan dalam derajat ringan, perubahan dan trend dari transaminase sendiri akan membantu memahami perjalanan penyakit dan mengarahkan diagnosis. Perubahan tingkat transaminase harus terus dipantau karena bisa saja mengarah pada kondisi gangguan liver yang akut, terutama pada peningkatan yang sangat tinggi.
Namun, mencari 鈥渁kar masalah鈥 atau penyakit dasar yang menyebabkan hypertransaminasemia juga sangat penting dengan melakukan pendekatan klinis yang cermat.
Penyebab dari hypertransaminasemia pada anak sangat beragam dan tidak dapat dibiarkan begitu saja. Melalui studi ini, penyebab tersering dapat diketahui sehingga dapat membantu penegakkan diagnosis. Pengetahuan mengenai fitur klinis berbagai gangguan hati pada anak maupun non hati juga penting untuk diketahui. Sehingga dengan menghimpun seluruh hasil pemeriksaan dan memadankan dengan kondisi yang sesuai, penyakit atau kondisi klinis yang menyebabkan hypertransaminasemia pada anak tidak terlewatkan begitu saja. Kesalahan diagnosis dan pemeriksaan lain yang tidak diperlukan juga dapat terhindarkan.
Prof Dr dr Bagus Setyoboedi SpA, Subsp.GH(K)
Informasi detail dari studi ini dapat dilihat pada tautan tulisan kami di bawah ini:
Ali ND, Prihaningtyas RA, Setyoboedi B, Arief S. The severity and underlying causes of hypertransaminasemia in children. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory. 2026; 32(2): 222鈥227.





