¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Konferensi Eksekutif ICoFR Bahas Wawasan Strategis pada Pelaporan Keuangan

Airlangga Executive Education Center (AEEC) melanjutkan Konferensi Eksekutif tentang Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) pada Kamis (7/5/2026) di Hotel Melia Purosani Yogyakarta (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Airlangga Executive Education Center () melanjutkan Konferensi Eksekutif tentang Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) pada Kamis (7/5/2026) di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, setelah hari pertama yang penuh dengan diskusi tentang tata kelola dan integritas keuangan. Hari kedua konferensi ini berfokus pada Diskusi Kelompok Fokus (FGD), yang memungkinkan peserta untuk mendalami tantangan dan praktik terbaik dalam penerapan ICoFR di perusahaan BUMN dan perusahaan besar.

Diskusi ini bertujuan menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan mengenai penerapan prinsip-prinsip ICoFR yang efektif di berbagai industri. Hari dimulai dengan sesi Strategic Insight oleh Prof Dr Bambang Tjahjadi, Guru Besar Akuntansi UNAIR dan ahli terkemuka dalam Tata Kelola, Risiko, Kepatuhan, dan Daya Saing. Sesi beliau menekankan pentingnya pengawasan strategis dalam memastikan pengendalian internal yang kuat dan meningkatkan akurasi pelaporan keuangan.

Pimpinan dan pakar UNAIR yang menghadiri konferensi ICoFR (Foto: Istimewa)

Prof Bambang juga menguraikan berbagai kerangka kerja seperti Agency Theory, Upper Echelon Theory, dan Three Lines Model dalam pengendalian internal, yang menegaskan perlunya sistem tata kelola yang komprehensif. Selanjutnya, Musavie Abdillah, Associate Director di KPMG Indonesia, memberikan tinjauan ICoFR dan penjelasan studi kasus. Musavie menjelaskan konteks historis ICoFR yang dimulai dengan Sarbanes-Oxley Act (SOX) di Amerika Serikat, serta pengaruhnya terhadap standar global. Ia juga menekankan pentingnya pengendalian internal yang efektif untuk menjaga integritas pelaporan keuangan dan kepatuhan.

Pada siang hari, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk sesi FGD. Kelompok-kelompok ini bekerja intensif dalam menganalisis kasus, mendiskusikan tantangan utama, dan menyusun solusi strategis untuk meningkatkan praktik pengendalian internal di organisasi besar yang memiliki banyak entitas. Sesi ini bertujuan untuk mendorong pembelajaran lintas industri dan menghasilkan takeaways eksekutif yang dapat diterapkan di organisasi peserta. Presentasi kelompok, yang dilaksanakan pada sore hari, memberikan kesempatan bagi lima kelompok terpilih untuk berbagi wawasan mereka, mengidentifikasi tantangan yang ditemukan, dan menyampaikan rekomendasi strategis.

Setiap kelompok memiliki waktu 25 menit untuk menyampaikan hasil diskusi mereka, dengan umpan balik dari panelis yang terdiri dari Dr. Sigit Kurnianto, S.E., M.S.A., Ak., CA., SAS., CGAE., ASEAN CPA., QRMP, Direktur AEEC dan Dosen Akuntansi FEB ¶«¾©ÈÈ; Musavie Abdillah, SE., M.Ak., Associate Director, Risk Consulting, KPMG Indonesia; Dina Heriyati, S.E., M.ForAccy, Dosen Akuntansi FEB ¶«¾©ÈÈ; Dr. Khusnul Prasetyo, SE., MM., Ak., CA Dosen Akuntansi FEB ¶«¾©ÈÈ; serta Tantri Sun Estuning Dasih S.A., M.A., Dosen Akuntansi FEB ¶«¾©ÈÈ.

Kegiatan diakhiri dengan Executive Communiqué, di mana panelis memberikan sintesis wawasan utama dari hasil diskusi FGD, menyoroti tema dan tantangan yang serupa. Prof. Dr. Bambang Tjahjadi menutup sesi ini dengan memberikan penghargaan kepada kelompokkelompok dengan presentasi terbaik atas kontribusi dan perspektif strategis mereka. Konferensi ini akan ditutup dengan Sesi Pembelajaran Mandiri & Penilaian pada 7 Mei 2026, di mana peserta akan meninjau materi sesi dan menyelesaikan ujian pasca-tes untuk memperkuat pemahaman mereka mengenai konsep ICoFR. AEEC tetap berkomitmen untuk memperkuat pembahasan mengenai tata kelola keuangan, manajemen risiko, dan pengendalian internal melalui forum tingkat tinggi ini.

Penulis: Airlangga Executive Education Center

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT