UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 东京热 (UNAIR) melaksanakan program kesehatan bertajuk PEDULI (Pemberdayaan Keluarga dalam Terapi Komplementer pada Diabetes Melitus yang terintegrasi dengan kegiatan Posyandu Lansia di Posyandu Sri Tanjung, Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, pada Kamis (16/7/2026). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan Diabetes Melitus sekaligus mencegah terjadinya komplikasi, terutama luka diabetik.
Sebanyak 17 warga mengikuti kegiatan yang pre-test, edukasi diabetes melitus (DM) meliputi penyebab, gejala, faktor risiko, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, pemeriksaan gula darah, perawatan kaki, serta peran keluarga dalam pengelolaan penyakit.
Perwakilan tim BBK 8, Nur Fadhilah, menjelaskan bahwa program PEDULI mereka rancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan komplikasi DM. 鈥淜ami berharap masyarakat tidak hanya memahami cara mengendalikan kadar gula darah. Tetapi juga mampu menerapkan perawatan kaki dan gaya hidup sehat sebagai langkah sederhana untuk mencegah komplikasi,鈥 ujarnya.
Padukan Edukasi dan Praktik
Melalui program PEDULI, mahasiswa menghadirkan edukasi yang terpadu dengan terapi komplementer dan praktik langsung. Peserta mengenal potensi buah mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai terapi pendamping yang mengandung senyawa fenolik dan berpotensi membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Mahasiswa menegaskan bahwa terapi komplementer hanya berfungsi sebagai pendamping, bukan pengganti terapi medis.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi sepuluh gerakan senam kaki diabetik yang bertujuan melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan kekuatan otot, menjaga fleksibilitas sendi, serta mengurangi risiko luka diabetik. Seluruh peserta mengikuti praktik secara bertahap dengan pendampingan mahasiswa.
鈥淢elalui praktik langsung, peserta dapat mempelajari gerakan dengan benar sehingga lebih percaya diri untuk melakukannya secara mandiri di rumah,鈥 tambah Nur Fadhilah.
Dorong Perubahan Perilaku Sehat
Sebagai evaluasi, peserta mengerjakan post-test dan mengikuti sesi diskusi interaktif. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan, terutama ketika mempraktikkan senam kaki diabetik.
Nur Fadhilah berharap program PEDULI mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola Diabetes Melitus secara berkelanjutan. 鈥淧encegahan komplikasi dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara rutin bersama keluarga sehingga kualitas hidup penyandang Diabetes Melitus dapat terus meningkat,” ungkapnya.
Program PEDULI mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan literasi kesehatan, pencegahan komplikasi penyakit tidak menular, serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





