UNAIR NEWS 鈥 Alumnus UNAIR, drh Alfathitamara berhasil sabet penghargaan di Jepang lewat komik ilmiah berjudul Gentle Hands: Gentle Man & Gentle Woman. Lulusan Fakultas Kedokteran Hewan () itu meraih gelar tersebut dalam World Organisation for Animal Health pada sesi GEDSI di World Veterinary Association Congress 2026 pada (23/04/2026) di Tokyo, Jepang. Alfathitamara berhasil mendobrak batasan komunikasi sains dengan menggabungkan ilmu reproduksi veteriner yang kompleks dengan narasi visual yang menyentuh.
Inovasi Media Edukasi Reproduksi Veteriner
Bagi dokter hewan yang menempuh pendidikan sarjana hingga magister di UNAIR ini, gambar adalah bahasa emosi. Ketertarikannya pada dunia ilustrasi sejak kecil menjadi senjata unik untuk membumikan ilmu kedokteran hewan. 鈥淪aya merasa ilmu pengetahuan tidak harus selalu tersampaikan secara kaku. Buat saya, gambar punya kemampuan menyampaikan emosi yang kadang tidak bisa terjelaskan hanya lewat tulisan ilmiah,鈥 ujarnya.
Lebih lanjut, karya ini lahir di tengah masa postpartum (pasca melahirkan). Mengangkat tema Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), ia ingin menyuarakan bahwa di balik jubah medis. Ada empati dan perjuangan perempuan yang seringkali tidak terlihat. 鈥淪aya tidak pernah membayangkan karya yang dibuat di tengah masa postpartum itu akhirnya bisa membawa saya menjadi Juara I Asia Pasifik di Tokyo,鈥 kenangnya.

Dalam komiknya, Alfathitamara mengangkat kisah nyata penanganan reproduksi pada seekor orangutan betina bernama Alma. Nama yang diambil dari bahasa Latin berarti “jiwa” atau “roh” ini menjadi simbol bahwa setiap kehidupan, sekecil apa pun, memiliki nilai yang luar biasa.
鈥淪aya ingin masyarakat melihat bahwa satwa endemik seperti orangutan bukan sekadar simbol konservasi, tetapi individu yang memiliki perjuangan biologis menyerupai manusia. Ketika orang mulai merasa terhubung secara emosional melalui cerita, harapannya kepedulian terhadap habitat dan kelestarian mereka akan tumbuh lebih kuat,鈥 jelasnya.
Tribute untuk Tenaga Kesehatan dan Kekuatan Doa
Ia menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bentuk penghormatan (tribute) bagi seluruh tenaga kesehatan. Menurutnya, banyak rekan sejawat baik dokter hewan maupun tenaga medis manusia yang bekerja luar biasa di balik layar tanpa apresiasi publik. 鈥淜emenangan ini adalah pesan bahwa nilai empati jauh lebih penting daripada sekadar trofi. Itulah hal yang paling membekas dalam kehidupan manusia,鈥 tambahnya.
Keberhasilan ini tak lepas dari gemblengan akademik di FKH UNAIR. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada para mentornya, di antaranya Prof Erma Safitri (KPS Biologi Reproduksi), Prof Dr Widya Paramita Lokapirnasari, serta Dekan FKH UNAIR, Prof Lilik Maslachah. 鈥淟ingkungan akademik di Fakultas Kedokteran Hewan 东京热 sangat berpengaruh dalam membentuk cara berpikir saya. Saya belajar bahwa ilmu pengetahuan harus terus berkembang dan bisa dikomunikasikan dengan berbagai pendekatan,鈥 tuturnya.
Di balik semuanya, ia membagikan resep sukses yang sangat personal yaitu restu orang tua dan keluarga. Ia juga berpesan kepada mahasiswa UNAIR agar tidak membatasi diri hanya pada nilai akademis atau gelar semata. 鈥淛angan takut memiliki identitas yang berbeda. Jika kalian punya hobi, padukanlah dengan ilmu yang dimiliki. Dunia membutuhkan kreativitas dan keberanian agar ilmu pengetahuan bisa lebih dekat dan bermanfaat bagi masyarakat luas,鈥 pungkasnya.
Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.
Editor: Yulia Rohmawati





