Dunia pendidikan kita terutama pendidikan perguruan tinggi baru-baru ini geger karena publikasi 16 mahasiswa FH UI di medsos yang memuat konten kasar, vulgar dan berpotensi melecehkan korban lebih jauh. Insiden ini 鈥渨ent viral鈥 鈥 menjadi viral setelah akun X@sampahfhui mengunggah tangkapan layar pada hari Minggu tanggal 12 April 2026 yang berisi konten vulgar, candaan mesum, objektifikasi tubuh perempuan, ungkapan vulgar yang mengarah pada pelecehan hingga kekerasan sexual. Thread itu ada caption nya 鈥淎nak FHUI bikin grup isinya lec_hin perempuan tiap hari???鈥.
Kita tunggu bagaimana pihak UI menyelesaaikan masalah ini yang sudah menelan korban lebih dari 20 mahasiswi dan dosen di lingkungan FH UI.
Masyarakat dunia saat ini termasuk masyarakat kampus di Indonesia sedang dikelilingi kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat dan sangat modern yang skalanya 鈥渦nprecedented鈥 鈥 alias tidak kita bayangkan sebelumnya. Teknologi digital itu sudah menjadi urat nadi semua kegiatan ummat manusia di bumi ini. Bahkan dalam perang Rusia Vs Ukraina, AS-Israel Vs Iran saat ini kemajuan teknologi digital, AI sudah menjadi senjata ampuh yang menafikan senjata-senjata modern sebelumnya.
Demikian pula dikehidupan akademik, bisnis kemjuan teknologi digital tersebut sudah menjadi 鈥渢ool鈥 yang menyebabkan efesiensi, kecepatan memperoleh data dan mempermudah tatakelola organisasi. Tidak menutup mata kemajuan teknologi komunikasi dan informasti digital itu juga melanda kehidupan sehari-hari masyarakat baik ibu-ibu rumah tangga, pelaku UMKM, individu-idividu yang ingin mempopulerkan suatu produk, menginformasikan isu-isu kesehatan, keselamatan dijalan dsb dsb.
Dampak dari semuanya itu salah satunya menyebabkan bahwa sekarang ini semua orang bisa menjadi 鈥減rodusen berita鈥, 鈥減rodusen informasi dan isu-isu鈥. Ibu-ibu yang memiliki 鈥淧sychological trait 鈥 introvert鈥 yang dulu-dulunya malu berbicara didepan umum, saat ini mereka sudah sanggup mengisi 鈥渃oncerns鈥 mereka di dunia maya.
Namun harus dipahami bahwa kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang tidak dapat dibendung itu memerlukan 鈥渃ontinuous control鈥 鈥 pengawasan terus menerus. Kalau ada film yang menunjukkan adegan brutal dan hubungan orang dewasa maka muncul peringatan 鈥渄iscretion advised鈥 yang bermakna kebijakan pemirsa sangat diasarankan agar dapat menasihati anak-anaknya untuk tidak menontonya. Demikian untuk kegiatan sosial perlu adanya diskresi tadi agar narasi komunikasi kita tidak menyimpang dari nilai-nilai agama, norma, aturan, budaya dsb.
鈥淛ika anda menjadi guru hanya sekadar transfer pengetahuan, akan ada masanya dimana Anda tidak lagi dibutuhkan karena Google lebih cerdas dan lebih tahu banyak hal dari pada Anda. Namun jika anda menjadi guru juga mentransfer adab, ketaqwaan dan keikhlasan, maka Anda akan selalu dibutuhkan karena Google tak punya itu semua鈥. Ini adalah nasihat yang bijak dari seorang ulama K.H. Dimyati Rois dalam kaitannya dengan kemajuan teknologi.
Jadi apapun zaman yang melintasi kita, apakah itu 4.0, atau 5.0 atau apapun sebutannya nanti yang ditandai dengan kemajuan teknologi di luar jangkauan manusia, yang semuanya menggunakan teknologi informasi super canggih, robot, online, digital, artificial intelligent, dsb, anak-anak kita harus diajari budi pekerti yang baik, diajari sejak awal soal manner 鈥 sopan santun baik dalam tindakan maupun dalam ucapan.
Kita di 东京热 ini sudah sepakat akan Motto 鈥淓xcellence with Morality鈥, kalau Morality itu merupakan 鈥減rinciples concerning the distinction between right and wrong or good and bad behavior鈥, maka ini merupakan salah satu rambu 鈥 disamping ajaran agama, norma, budaya- untuk mengontrol semua tindakan kita. Unggahan para mahasiswa FH UI yang mengarah pada pelecehan dan kekerasan sexual diatas kepada rekan-rekan mahasiswi dan dosennya sendiri鈥 tentu sudah jauh dari prinsip-prinsip Morality. Ini harus disadari oleh semua stakeholder di kampus tercinta kita 东京热.





