东京热

东京热 Official Website

Infografik: SMART University ala UNAIR

UNAIR NEWS 鈥 Platform 鈥淪MART University鈥 diusung Prof. Nasih dalam kepemimpinan periode keduanya menahkodai . Prof. Nasih dilantik kembali menjadi rektor periode 2020-2025 oleh Prof Hatta Ali (Ketua MWA) pada Selasa (16/6/2020).

Pengoperasian program itu berwujud pada akronim SMART yang terdiri atas lima konsep kunci. Yakni,听Smart education for all;听Meaningful Research and Community Services;听Advancing Innovation, Enterprising, and Industry Linkages;Responsive and Lean Management; dan听Topping Up Tangible and Intangible Resource Utilization.

Konsep pertama adalah听Smart education for all. Hal itu
mengindikasikan pada pengembangan pendidikan dan pengajaran yang agile (adaptif). Terutama ditujukan bagi para millennial dalam menghadapi perkembangan teknologi. Implementasinya berupa optimalisasi pemanfaatan teknologi terkini untuk kebutuhan segala kehidupan kampus.

Dalam hal ini, pendidikan dan pengajaran akan sedikit mengalami perubahan. Kurikulum akan ditata ulang agar lebih relevan dan fleksibel sesuai tantangan masa depan. Salah satunya adalah penguatan Kampus Merdeka. Selain itu, model transfer knowledge akan diperkaya. Program vokasi dikuatkan. Pusat kewirausahaan, inkubator bisnis, dan teaching industry juga akan dikembangkan.

Selanjutnya,听Meaningful Research and Community Services听menegaskan
pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merujuk
pada ilmu teknologi dan humaniora yang berdampak secara signifikan pada SDG鈥檚 (Suistanable Development Goal鈥檚). Yakni, mendorong riset dan pengabdian masyarakat yang lebih bermakna untuk kehidupan. Iklim dan kapasitas riset akan ditingkatkan melalui听research group听dan听research center听maupun kolaborasi. Di samping itu, interdisciplinary research akan lebih didorong melalui听program research mandate听dan听research group.

鈥淭idak ada lagi riset yang tidak ada manfaatnya. Riset dan community
development
 harus didorong untuk memberikan makna dan meningkatkan
kualitas,鈥 ujar Prof Nasih.

Konsep berikutnya,Advancing Innovation, Enterprising, and Industry Linkages听merujuk pada
pengembangan ekosistem inovasi untuk innovation 鈥撎based economy. Dalam hal ini adalah mempercepat inovasi yang tidak hanya fisik, tapi juga ada inovasi yang bersifat sosial. Salah satu yang akan dilakukan adalah memfasiliasi paten, HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), dan
merek.

Lalu, konsep听Responsive and Lean Management听menunjukkan pengelolaan
universitas berdasar prinsip akuntabilitas, transparansi, responsibilitas,
independensi, dan keadilan. Hal itu mengharuskan semua sivitas akademika untuk responsif terhadap beragam kondisi dan keadaan. Semua itu diwujudkan demi menjamin pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang bermutu, efektif, dan efisien.

鈥淪eluruh unit kerja, fakultas, maupun rektorat harus responsif terhadap berbagai situasi dan kondisi. Sekaligus menjadi pusat-pusat pertanggungjawaban sesuai fungsinya masing-masing,鈥 tuturnya.

Terakhir,听Topping Up Tangible and Intangible Resource Utilization merujuk
pada pengoptimalan aset dan sumber daya untuk kepentingan pelaksanaan
Tridharma Perguruan Tinggi. Semua potensi UNAIR didorong untuk
mendukung pilar pendidikan, penelitian. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Baca juga:

AKSES CEPAT