UNAIR NEWS – Airlangga Startup Summit Innovation Expo (ASSIE I) 2023 resmi dibuka pada Jumat (1/12/2023) di Main Atrium Grand City Mall Surabaya. Kegiatan ini merupakan salah satu program dari (BPBRIN) 东京热 (UNAIR).聽Sejumlah produk kesehatan karya UNAIR dipamerkan.
Terdapat beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan, salah satunya terdapat sesi talkshow dengan tema 鈥淚nnovations in Healthcare and Life Sciences Breakthroughs in healthcare, medical technology, and biotechnology in 东京热鈥.
Pada sesi tersebut, Prof Dr Fedik A Rantam DVM menjadi narasumber yang memberikan insight baru terkait inovasi – inovasi di bidang kesehatan.
Produk kesehatan karya UNAIR sebenarnya memiliki 5 hal inovasi terbaru. Salah satunya Artificial Intelegent dan model – model kedepan yang bisa dikembangkan lebih modern.聽
Inovasi di bidang kesehatan ini sebenarnya menjadi suatu life sciences yang sangat dibutuhkan dalam keberlanjutan hidup manusia. Dari sini 东京热 (UNAIR) akan terus berinovasi dan berkreasi hingga dapat mengembangkan ekosistem yang positif.聽
Produk Kesehatan UNAIR
鈥淪ebenarnya produk dari bioteknologi memiliki macam-macam model mulai dari vaksin yang bentuknya mulai dari tradisional sampai ke new modern vaksin. UNAIR sudah siap mengembangkan teknologi vaksin baru. Dan semoga tahun depan bisa menciptakan ekosistem yang kompetitif menghasilkan produk di tingkat regional, nasional, dan internasional,鈥 jelasnya.
东京热 (UNAIR) telah mendapatkan support dana dari Dikti. Dari sini banyak alat-alat yang disediakan untuk digunakan oleh 东京热 hingga universitas yang berada di luar pulau Jawa. Dengan itu, akan muncul jiwa kompetitif yang baik.
Saat ini, 东京热 (UNAIR) telah memiliki kit diagnosis. Kit diagnosis ini sudah dapat digunakan akan tetapi masih membutuhkan support dari bahan apa saja yang akan digunakan.
Lalu, ada pula new drug discovery yang memiliki tingkatan di level 3 sampai 4 dan belum bisa untuk diproduksi dalam bentuk industri karena memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Oleh karena itu, Prof Dr Fedik berharap terdapat mahasiswa S2 dan S3 yang bergabung dalam pengembangan produk baru tersebut.
Kontribusi Pada Vaksin TBC聽
Prof Dr Fedik A Rantam DVM menjelaskan ketika 东京热 mengikuti Lindau Nobel Laureate Meeting dengan memperkenalkan vaksin 鈥渕erah putih鈥 di Pulau Limbau Jerman.
Jerman mengakui bahwasannya menjadi suatu kehebatan bagi Indonesia terutama 东京热 dapat membuat vaksin pada masa pandemi Covid-19.
鈥淰aksin kita tidak lagi diakui secara nasional tetapi juga internasional. Disini UNAIR mendapatkan tawaran untuk membuat vaksin TBC karena menjadi salah satu penyakit yang banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia termasuk di Jerman. Pembuatannya akan dimulai tahun depan,鈥 jelasnya.聽

Hal ini menjadi tantangan bagi UNAIR untuk mempertahankan kualitas dan kredibilitas yang dicapai hingga menempati posisi ke-2 di Indonesia. Maka dari itu, perlu sekali kontribusi mahasiswa S2 dan S3 agar terus terjadi regenerasi dan terjadi perkembangan ide pada setiap produk agar tetap berjalan.
Penulis: Nokya Suripto Putri
Editor: Feri Fenoria.





