¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Hadapi Tantangan Global, Konferensi Nasional Vokasi Rumuskan Strategi SDM Unggul lewat Digitalisasi

Prof Dian Yulie Reindrawati SSoS MM PhD (kedua dari kiri) menyerahkan cinderamata kepada Ketua Umum KADIN Provinsi Jawa Timur H Adik Dwi Putranto SH MHP (ketiga dari kiri) dan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Suhartono MPd (paling kanan) seusai sesi panel utama (Foto: Dokumentasi Panitia)

UNAIR NEWS – Fakultas Vokasi () ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) sukses menggelar Konferensi Nasional Vokasi pada Kamis (11/6/2026). Mengusung tema utama Vokasi Berdampak: Inovasi Digital untuk Membangun SDM Unggul Berkelanjutan, ajang nasional ini berfokus pada Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Gelaran yang bertempat di Majapahit Hall, Lantai 5, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B ini sekaligus menjadi bagian perayaan Dies Natalis ke-12 Fakultas Vokasi.

Dekan Fakultas Vokasi, Prof Dian Yulie Reindrawati SSoS MM PhD menuturkan, pendidikan vokasi penting dalam melahirkan inovasi digital yang berdampak nyata bagi industri dan masyarakat luas. Menurutnya, vokasi yang  berdampak bukan hanya menghasilkan lulusan yang praktis secara teknis. Melainkan juga adaptif, kreatif, dan mampu menjadi agen perubahan.

“Inovasi digital dalam proses pembelajaran serta kuatnya hilirisasi riset dan pengabdian masyarakat adalah pilar utama yang harus kita perkuat bersama,” papar Prof Dian.

Lebih lanjut, Direktur Riset dan Inovasi (DRI) UNAIR, Prof Dr Purwo Sri Rejeki dr MKes, yang hadir menyoroti pentingnya 147 karya ilmiah yang dihimpun dalam konferensi ini. Karya-karya tersebut lahir sebagai bukti hidup geliat inovasi aplikatif yang relevan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Fakultas Vokasi () ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) sukses menggelar Konferensi Nasional Vokasi pada Kamis (11/6/2026) dengan tema Vokasi Berdampak: Inovasi Digital untuk Membangun SDM Unggul Berkelanjutan (Foto: Dok. Panitia)

“Masa depan pendidikan vokasi sangat erat kaitannya dengan penguatan budaya riset terapan, diseminasi, dan inovasi. Kita sedang berada pada era perkembangan teknologi digital, artificial intelligence, otomatisasi industri, hingga green economy. Perubahan ini membawa peluang sekaligus tantangan besar,” ujar Prof Purwo.

Prof Purwo menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan vokasi saat ini telah bergeser seiring tuntutan zaman yang kian dinamis. “Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya terukur dari kemampuan seberapa banyak menghasilkan lulusan yang berkompetensi. Tetapi juga dari kemampuannya yang inovatif, adaptif, memiliki keterampilan abad ke-21, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” tegasnya. 

Konferensi nasional tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr Suhartono MPd. Ia memaparkan potret strategi taktis pemerintah daerah dalam mengamankan posisi lulusan vokasi di pasar kerja melalui jalur hukum dan kebijakan makro terintegrasi.

Di dunia yang sedang berubah dengan cepat, sambungnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melihat adanya potensi besar dari pendidikan vokasi. Untuk itu, Jawa Timur berupaya menguatkan vokasi melalui regulasi. “Kita memiliki PERGUB (Peraturan Gubernur) Jawa Timur Nomor 38 tentang Pendidikan dan Pelatihan Vokasi,” jelas Dr Suhartono.

Dokumen PERGUB tersebut, lanjutnya, bertindak sebagai roadmap strategis pemerintah dalam menempa kompetensi kerja sekaligus mental wirausaha para siswa secara berkelanjutan. Kebijakan ini mengunci kerja sama wajib antara SMK, Balai Latihan Kerja (BLK), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), hingga Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

“PERGUB ini menjadi peta jalan kita bersama dengan dukungan Perda Pendidikan Nomor 11 Tahun 2017 sebagai payung hukum utamanya. Membangun masyarakat tidak bisa dilakukan sepihak oleh pemerintah. Melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar lulusan selaras dengan kebutuhan industri masa depan,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT