UNAIRNEWS 鈥 Menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender, Departemen Sosiologi, 东京热 (UNAIR) menggelar Lokakarya. Kegiatan itu bertajuk Sinergi Pentahelix: Optimalisasi Kolaborasi Pemda, KemenPPPA, dan Perguruan Tinggi dalam Akselerasi SDGs Poin 1, 4, dan 5 yang berlangsung di Hall A, Gedung Soetandyo pada Kamis (10/9/2026).聽
Kegiatan itu dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (RI), Deputi Kesetaraan Gender KPPPA, Kepala Bappeda Jawa Timur dan Ahli Kesetaraan Gender UNAIR dan para akademisi UNAIR serta mahasiswa.
Komitmen Perguruan Tinggi dalam Tri Dharma
Rektor 东京热, Prof Dr Muhammad Madyan, SE MSi MFin menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor akan memperkuat program pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan dan kesempatan kesetaraan bagi perempuan. Tidak ada satu institusi yang dapat menyelesaikan tantangan pembangunan secara mandiri.
“Pencapaian Sustainable Development Goals merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” tutur Prof. Madyan.
Menurutnya, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi. Kemiskinan juga dipengaruhi oleh akses terhadap pendidikan dan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat termasuk perempuan.

Kolaborasi Antar Sektor
Sebagai perguruan tinggi, UNAIR memiliki tanggung jawab berkontribusi melalui kekuatan akademik, riset, inovasi dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti dan menghadirkan solusi yang berdampak.
鈥淟okakarya ini menjadi ruang penting dalam menyatukan perspektif, mengidentifikasi berbagai tantangan dan merumuskan langkah konkret yang dapat dilakukan bersama,鈥 ujarnya.
Ia berharap diskusi ini dapat menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan dan komitmen bersama antarinstansi untuk membantu menjawab permasalahan. Semangat gotong royong dan kolaborasi pentahelix, sambungnya, dapat mempercepat terwujudnya pembangunan yang lebih inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan.
鈥淪emoga sinergi yang terbangun hari ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat, khususnya dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, kesetaraan gender, dan kehidupan yang lebih sejahtera,鈥 pungkas Guru Besar FEB UNAIR itu.
Sementara itu, Ahli Kesetaraan gender UNAIR, Prof Dr Emy Susanti, Dra MA mengatakan bahwa diskusi ini akan melahirkan kerja sama pentahelix. Program kerja sama yang dirumuskan nanti akan mendukung tercapainya sdgs poin 1 no proverty, poin 4 quality education, dan poin 5 gender equality.
“Ada sekitar 178 peserta yang hadir hari ini. Di akhir acara ini akan ada kesempatan kerja sama pentahelix yang mendukung sdg poin 1, 4, dan 5,” ungkapnya.
Penulis: Khefti Al Mawalia





