东京热

东京热 Official Website

Gelar Kuliah Praktisi, UNAIR Hadirkan Purnawirawan TNI Wayan Supadno

Mayor CKM (Purn) Wayan Supadno saat sesi materi pada kuliah praktisi Pembelajaran Dasar Bersama (PDB) bertajuk 鈥淜ewirausahaan, Inovasi, dan Kolaborasi Bisnis鈥. (Foto: Istimewa)
Mayor CKM (Purn) Wayan Supadno saat sesi materi pada kuliah praktisi Pembelajaran Dasar Bersama (PDB) bertajuk 鈥淜ewirausahaan, Inovasi, dan Kolaborasi Bisnis鈥. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Siapa bilang pensiunan tentara hanya bisa menikmati masa tua dengan tenang? Mayor CKM (Purn) Wayan Supadno justru memilih menantang ratusan mahasiswa 东京热 (UNAIR) untuk masuk ke “medan perang” yang jauh lebih rumit, yaitu dunia bisnis. Lewat kuliah praktisi Pembelajaran Dasar Bersama (PDB) bertajuk 鈥淜ewirausahaan, Inovasi, dan Kolaborasi Bisnis鈥, alumni senior UNAIR yang kini sukses menggeluti di bisnis rumah sakit hingga properti ini hadir bukan untuk memberi perintah, melainkan untuk menularkan mental kepada para calon pengusaha muda di 东京热. Kegiatan kuliah praktisi ini berlangsung pada Kamis (11/6/2026) di Auditorium Ternate, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa 鈥 B UNAIR.

Soroti Potensi Pasar Internal Kampus UNAIR

Di awal acara, Wayan Supadno berkesempatan melihat langsung presentasi dari beberapa kelompok mahasiswa PDB yang sudah menjalankan bisnis mereka selama beberapa bulan terakhir. Ia mengaku bangga melihat keberanian mahasiswa saat ini yang jauh lebih maju daripada generasinya terdahulu.

“Saya balikkan ke diri sendiri dulu, saya dulu belum seberani itu, belum sehebat itu. Sekarang baru muncul, belum ada setahun, tapi sudah bisa begitu. Ini sudah luar biasa,” ujar Wayan di hadapan para peserta.

Menurut hitungannya, dengan populasi internal UNAIR yang mencapai sekitar 11.000 jiwa termasuk dosen, mahasiswa memiliki modal pasar yang sangat besar jika mampu melakukan penetrasi produk secara tepat guna.

Waspadai Fase Penurunan Omzet dalam Bisnis

Memasuki sesi materi, Wayan mengingatkan para mahasiswa untuk mengantisipasi fase decline atau penurunan omzet. Fase ini biasanya terjadi setelah bisnis melewati masa puncak di awal perintisan. Ia menekankan bahwa kunci utama bertahan di dunia usaha adalah konsistensi untuk mencari penyebab dan solusi ketika grafik penjualan mulai turun.

“Ingat, pada selangkah dua-tiga langkah pertama, biasanya menimbulkan ada namanya decline. Pada peak level tertentu ada kejenuhan dan itu mulai menurun omzet. Itu patut diwaspadai, dicari sebabnya, jangan berhenti,” tegasnya.

Menggunakan filosofi Jawa 鈥淭inemuni ilmu kan dilaku鈥, ia menambahkan bahwa ketemunya ilmu bisnis itu justru jika menjalankannya sambil turun lapangan secara langsung, bukan sekadar mempelajari teorinya.

Targetkan Lahirnya 100 Pengusaha Baru

Wayan juga sempat menceritakan pengalaman pribadinya yang pernah merugi hingga 38 miliaran Rupiah akibat tertipu pada 18 tahun lalu. Selanjutnya, ia akhirnya berhasil bangkit mengelola jaringan rumah sakit, apotek, dan properti. Pengalaman pahit tersebut ia bagikan untuk memotivasi target khusus dari Rektor UNAIR dalam menekan angka pengangguran terdidik melalui pencetakan wirausaha baru.

“Saya dapat pesan khusus dari Pak Rektor, adik-adikmu ajaklah menjadi seorang pengusaha. Saya bermimpi dari 700 orang ini, anggaplah 100 saja yang menjadi pengusaha. Anggaplah satu orang karyawannya 500, maka 50 ribu orang teratasi daya belinya,” pungkas pria yang kini akrab disapa ‘Hatani’ tersebut.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT