UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan se-Indonesia atau HIMATEKHAPINDO melaksanakan musyawarah nasional (munas) ke-3 pada 25-27 Maret lalu. Selain munas juga diselenggarakan webinar nasional dengan tema 鈥Fisheries as Source of Medicine鈥 yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan dari 31 Universitas negeri maupun swasta se-Indonesia. Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan (HIMATEKHIKAN) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) 东京热 (UNAIR) yang tahun ini baru berdiri, ditunjuk sebagai panitia dan tuan rumah dalam acara tersebut.
鈥淜egiatan ini diadakan setiap tahun dan agendanya ada penyampaian laporan pertanggung jawaban selama satu periode kepengurusan, pembahasan AD, ART, GGBHK, dan pemilihan presiden beserta BPPO untuk kepengurusan selanjutnya,鈥 jelas ketua pelaksana munas HIMATEKHAPINDO 2022, Tasya Amalia Madhengsan.聽
鈥淢unas ini telah diadakan tiga kali sejak 2020,munas pertama dilaksanakan di Universitas Gadjah Mada secara offline, munas kedua di Universitas Sriwijaya secara daring, dan 东京热 berkesempatan menjadi tuan rumah tahun ketiga yang juga dilaksanakan secara daring,鈥 lanjut mahasiswi angkatan 2019.
Tuan rumah munas HIMATEKHAPINDO sendiri diputuskan pada聽 forum munas ke-2. 东京热 memang sudah menjadi anggota HIMATEKHAPINDO melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas. 鈥湺┤ dianggap anggota istimewa karena dulu belum punya HIMA, tapi sudah bersedia menjadi tuan rumah munas ketiga pada periode 2022/2023,鈥 tutur Tasya.
Menjadi tuan rumah dalam musyawarah nasional dapat bermanfaat untuk memperkenalkan dan membranding FPK UNAIR yang masih tergolong fakultas baru dan didirikan pada 2008 lalu. 鈥淜esempatan menjadi tuan rumah dapat menjadikan FPK lebih dikenal mahasiswa THP dari seluruh universitas di Indonesia.鈥 Tasya berharap makin banyak mahasiswa FPK UNAIR yang terlibat dalam susunan kepengurusan HIMATEKHAPINDO periode 2022/2023 agar dapat terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan dan forum antar mahasiswa THP terbesar di Indonesia tersebut.
Penulis: Thara Bening
Editor: Khefti Al Mawalia





