东京热

东京热 Official Website

FPK UNAIR dan USM Tingkatkan Potensi Perikanan Teluk Kumbar melalui Pengabdian Masyarakat

Sesi foto bersama kegiatan pengabdian masyarakat di Teluk Kumbar pada Kamis (21/5/2026) (Foto : istimewa).
Sesi foto bersama kegiatan pengabdian masyarakat di Teluk Kumbar pada Kamis (21/5/2026) (Foto : istimewa).

UNAIR NEWS – 东京热 (UNAIR) menjalin kolaborasi bersama School of Biological Science Universiti Sains Malaysia (USM) melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Pemberdayaan Nelayan Teluk Kumbar melalui Pengolahan Produk Perikanan Bernilai Tambah Berbasis Teknologi Tepat Guna. Kegiatan tersebut berlangsung di Teluk Kumbar, Malaysia, pada Kamis (21/5/2026). 

Delegasi FPK terdiri atas Dwi Yuli Pujiastuti SPi MP MSc, Lailatul Lutfiyah SPi MSi, dan Dr Laksmi Sumartiwi SPi MP. Program ini diikuti oleh para nelayan yang bekerja di kawasan Teluk Kumbar. Kegiatan tersebut bertujuan membina para nelayan agar mampu meningkatkan nilai jual hasil perikanan melalui pengolahan produk. 

Dwi menjelaskan Teluk Kumbar dipilih sebagai lokasi pengabdian masyarakat karena wilayah tersebut memiliki komoditas perikanan yang melimpah, tetapi belum banyak menghasilkan produk olahan. 鈥淭eluk Kumbar memiliki komoditas unggulan seperti ikan gulama, udang, dan kepiting. Potensi tersebut menjadi daya tarik wisata sehingga banyak turis yang datang berkunjung. Namun sayangnya, belum ada produk olahan khas yang dikembangkan sehingga nilai jual hasil perikanannya masih rendah,鈥 jelasnya. 

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat sesi sosialisasi mengenai penanganan ikan selama pasca panen untuk menjaga kualitas mutu ikan. 鈥淜ami menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan selama pasca panen, di antaranya suhu, penggunaan es curah, dan higienitas. Tujuannya agar kualitas mutu ikan tetap dalam kondisi baik hingga sampai ke tangan konsumen,鈥 terangnya. 

Selain penyuluhan, Dwi beserta tim juga membagikan booklet yang berisi tahapan pembuatan produk olahan perikanan. Mereka juga membawa beberapa contoh produk olahan yang dijual di Indonesia, seperti sambal dan kerupuk ikan.  Hal ini bertujuan memberikan wawasan kepada peserta mengenai pengolahan dan pengemasan produk perikanan.

Dwi mengungkapkan bahwa melalui Teluk Kumbar direncanakan menjadi desa binaan melalui program pengabdian masyarakat tersebut. 鈥淪etelah kegiatan ini, kami memiliki rencana untuk menjadikan wilayah tersebut menjadi desa binaan untuk terus diberdayakan hingga mampu menghasilkan produk khas. Dengan begitu, para nelayan memiliki alternatif penghasilan tambahan,鈥 ujarnya.

Di akhir, ia  menyampaikan harapan agar kegiatan pengabdian masyarakat hasil kolaborasi lintas negara ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak nyata. 

鈥淪emoga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terus berjalan melalui riset maupun pembelajaran yang sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, Teluk Kumbar diharapkan dapat menjadi desa binaan yang mampu memberikan dampak bagi para nelayan, terutama melalui alternatif penghasilan tambahan dari pengolahan produk,鈥 tutupnya.

Penulis : Maulya Afifah Zahra

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT