东京热

东京热 Official Website

Fenomena Politainment Dari Kacamata Guru Besar Komunikasi

Foto by RRI

UNAIR NEWS – Pada tahun politik 2024 terdapat beberapa fenomena baru yang menjadi pembeda dengan tahun-tahun politik sebelumnya. Salah satu fenomena tersebut adalah atau gabungan kata dari 鈥楶olitics鈥 dan 鈥楨ntertainment鈥, di mana tokoh politik berlomba mendapatkan atensi untuk dianggap relevan dan dekat dengan masyarakat melalui pemberitaan media yang sifatnya menghibur.

Dalam buku The international encyclopedia of communication (2008), Politainment memanfaatkan potensi media massa untuk menarik khalayak luas dan menciptakan figur yang masyarakat senangi. Hal tersebut kemudian sejalan dengan hasil riset oleh . Hasil riset itu menyimpulkan bahwa, sebagian besar pemilih pada ajang pemilihan umum di Indonesia adalah pemilih emosional. Artinya yang menentukan pilihan calon pemimpinnya berdasarkan kesukaan semata.聽

Kepada UNAIR NEWS (13/03/2024), Guru Besar , Prof Dra Rachmah Ida M Com PhD menyampaikan tanggapannya terkait fenomena 鈥楶辞濒颈迟补颈苍尘别苍迟鈥 dalam tahun politik 2024. 鈥淪eperti yang kita ketahui, konsep 鈥楶辞濒颈迟补颈苍尘别苍迟鈥 ini merupakan hal baru di Indonesia. Selama ini dalam dunia politik kita belum pernah melihat hal yang seperti ini,鈥 papar Prof Ida.聽

Prof Ida kemudian mengungkapkan kecenderungan dari Politaiment di Indonesia masih masuk pada pembahasan politik ketimbang hiburan. Seperti contohnya, lanjut Prof Ida, saat berita politik yang bersifat menghibur masuk ke media sosial, sejatinya hal tersebut masih termasuk pada berita politik, hanya saja pengemasannya dalam bentuk hiburan. 

鈥淪elama ini politik masih sebagai pembahasan yang keras atau berat, sehingga hanya kelompok tertentu saja yang bisa menikmatinya. Sedangkan, dengan adanya 鈥楶辞濒颈迟补颈苍尘别苍迟鈥 ini, politik terkemas menjadi sebuah bahasan ringan yang bisa banyak golongan nikmati,鈥 jelas Prof Ida.聽

Lebih lanjut, Prof Ida menuturkan bahwa dengan adanya fenomena 鈥楶辞濒颈迟补颈苍尘别苍迟鈥 masyarakat menjadi lebih terbuka dengan informasi terkait politik. Selain itu, sambung Prof Ida, 鈥楶辞濒颈迟补颈苍尘别苍迟鈥 bisa membuat masyarakat awam mendapatkan wawasan dari informasi baru. 

Selanjutnya, ketika membahas dampak kemunculan berita 鈥楶辞濒颈迟补颈苍尘别苍迟鈥 terhadap citra tokoh politik, Prof Ida menjawab bahwa seringkali image dari tokoh tersebut menjadi negatif. 鈥淐ontohnya ketika ada video di media sosial yang memunculkan sisi komedi dari perbedaan pernyataan presiden 5 tahun lalu dengan sekarang. Maka akan terbentuknya citra negatif bahwa presiden bersikap tidak konsisten,鈥 ulas Prof Ida.

Prof Ida juga mengungkapkan bahwa dengan adanya 鈥楶辞濒颈迟补颈苍尘别苍迟鈥 memunculkan demitologi, di mana masyarakat mulai menganggap bahwa tokoh politik bukanlah sosok yang sakral. Kini, lanjutnya, masyarakat bisa memandang tokoh politik sebagai manusia biasa yang bisa dikulik atau dicari letak kesalahannya. 

鈥淪elama tidak ada kontrol atau regulasi terkait Politainment maka fenomena ini akan terus berlanjut. Namun, yang terpenting adalah jika ini terus berlanjut, sebetulnya tidak baik juga karena memunculkan demokrasi yang tidak sehat. Bisa jadi di masa depan tidak ada lagi yang berani mengkritik tokoh secara langsung,鈥 pungkas Prof Ida.

Penulis: Adinda Aulia Pratiwi

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT