Kediri, 3 Juni 2026 — Fakultas Kedokteran Hewan ¶«¾©ÈÈ (FKH UNAIR) melakukan diskusi potensi pengabdian masyarakat bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri. Diskusi ini berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026, bersamaan dengan kegiatan sosialisasi dan promosi program magister FKH UNAIR di lingkungan dinas tersebut.
Dalam kegiatan ini, tim FKH UNAIR yang terdiri atas Koordinator Program Studi S2 Biologi Reproduksi, Prof. Dr. Erma Safitri, drh., M.Si., serta Koordinator Program Studi S2 Vaksinologi dan Imunoterapetika, Lita Rakhma Yustinasari, drh., M.Vet., Ph.D., disambut oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, M.Si. Kegiatan ini juga diikuti oleh anggota dinas serta perwakilan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Dalam diskusi tersebut, drh. Tutik Purwaningsih, M.Si. menyampaikan bahwa salah satu kebutuhan yang cukup penting di lapangan saat ini adalah pengelolaan limbah peternakan dan pakan ternak. Pengelolaan limbah peternakan menjadi perhatian karena berkaitan dengan upaya menciptakan lingkungan peternakan yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Sementara itu, isu pakan juga menjadi kebutuhan mendesak karena harga pakan yang tinggi dapat memengaruhi keberlanjutan usaha peternakan masyarakat.
Pembahasan ini menjadi masukan penting bagi FKH UNAIR dalam merancang kegiatan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan daerah. Melalui potensi pengmas tersebut, FKH UNAIR dapat berkontribusi dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta inovasi berbasis keilmuan kedokteran hewan dan peternakan, khususnya terkait pengelolaan limbah peternakan dan strategi efisiensi pakan.
Diskusi ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Dengan adanya komunikasi langsung bersama dinas, FKH UNAIR dapat memperoleh gambaran kebutuhan lapangan secara lebih jelas, sehingga program pengabdian masyarakat yang dirancang dapat lebih tepat sasaran dan berdampak.
Potensi pengembangan program pengmas di bidang pengelolaan limbah peternakan dan pakan ternak diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peternak, baik dari aspek kesehatan lingkungan, efisiensi biaya produksi, maupun peningkatan produktivitas. Selain itu, kegiatan ini juga dapat membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara FKH UNAIR, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, PDHI, serta masyarakat peternak.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Zero Hunger) melalui dukungan terhadap keberlanjutan sektor peternakan, SDGs 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan limbah peternakan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan masyarakat.
Penulis: Putri Amelia
Disunting: Prof. Dr. Erma Safitri, drh., M.Si (KPS S2 Biologi Reproduksi)




