UNAIR NEWS 鈥 Bakteri yang ada lingkungan dan makanan laut tidak selalu berkaitan dengan kerusakan produk perikanan. Sejumlah bakteri memiliki kemampuan menghasilkan enzim dan senyawa metabolit yang berpotensi termanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Dosen 东京热 (UNAIR), Heru Pramono SPi MBiotech PhD membahas topik tersebut dalam 9th International Conference on Fisheries and Marine Sciences (INCOFIMS) yang berkolaborasi dengan 7th International Conference on Biotechnology and Food Sciences (INCOBIFS).
Dalam pemaparan bertajuk Potential Application of Marine and Seafood-Associated Bacteria, Heru membagikan hasil penelitian mengenai bakteri yang ia temukan pada lingkungan laut dan mikroorganisme yang berpotensi yang untuk dikembangkan.
Menemukan Potensi dari Mikroorganisme
Heru menunjukkan beberapa hasil penelitian yang telah ia lakukan terkait pemanfaatan mikroorganisme. Salah satunya penelitian bakteri asam laktat yang terisolasi dari saluran pencernaan kepiting lumpur (Scylla sp.) dan memiliki kemampuan menghasilkan protease serta senyawa menyerupai bakteriosin.
Penelitian lain juga ia lakukan terhadap bakteri endofit yang ada di daun mangrove. Bakteri tersebut menunjukkan aktivitas antibakteri dan enzimatik. Selain itu, terdapat penelitian terhadap bakteri asam laktat yang terisolasi dari ikan peda dan menunjukkan aktivitas antagonistik terhadap beberapa bakteri patogen.
Berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa mikroorganisme yang berasosiasi dengan laut dan makanan laut dapat memiliki fungsi yang berbeda. 鈥淜arena itu, bakteri tidak hanya dipandang berdasarkan perannya dalam menyebabkan kerusakan. Tetapi juga berdasarkan kemampuan yang dapat dimanfaatkan鈥, jelasnya, Kamis (3/9/2026), di Hall Sriwijaya ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B.
Mengubah Cara Pandang terhadap Mikroba聽
Lebih lanjut, Heru menyoroti penelitian terhadap Serratia yang menunjukkan adanya biosynthetic gene cluster (BGC). Keberadaan BGC menjadi salah satu petunjuk bahwa mikroorganisme masih menyimpan fungsi biologis yang belum sepenuhnya diketahui.
Perkembangan teknologi membuka peluang untuk mempelajari fungsi tersebut secara lebih mendalam melalui whole-genome sequencing, multi-omics integration, bakteriofag, postbiotics, dan microbiome engineering.
Melalui pemaparan tersebut, ia mengajak untuk mengubah cara pandang terhadap mikroorganisme. Jika sebelumnya pertanyaan yang muncul adalah bagaimana menghentikan mikroorganisme, maka arah penelitian ke depan ditujukan untuk memahami ekosistem mikroba sehingga fungsinya dapat termanfaatkan secara tepat.
鈥淒ari bagaimana kita menghentikan mikroorganisme menjadi bagaimana kita cukup memahami ekosistem mikroba untuk dapat mengarahkannya,鈥 pungkasnya.
Penulis: Vaneza Ika Artamevia
Editor: Yulia Rohmawati





