UNAIR NEWS 鈥 Ide bunuh diri merupakan sebuah gejala yang sering terjadi, Terutama pada orang yang memiliki banyak masalah dalam kehidupannya. Damba Bestari Sp KJ, dokter spesialis kejiwaan 东京热 (UNAIR), memberi penjelasan lebih lanjut terkait gejala ini. Penjelasan tersebut ia sampaikan dalam acara Podcast dengan tajuk Dokter Edukasi Pencegahan Ide Bunuh Diri pada Rabu (11/9/2024)聽
Menurut dr Damba perilaku bunuh diri ini terjadi tidak hanya pada orang yang sedang depresi saja. Penyebab orang memiliki kecenderungan bunuh diri bisa berasal dari berbagai sebab dan faktor. ia juga menyampaikan bahwa orang yang paling rentan untuk melakukan bunuh diri adalah mereka yang memiliki riwayat bunuh diri sebelumnya. 鈥淛umlah kematian karena bunuh diri secara global lebih rentan terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan鈥 jelasnya
Damba Bestari mengungkapkan bahwa ide bunuh diri biasanya muncul pada usia belasan hingga dua puluh tahunan. Kendati demikian, Ia juga menjelaskan bahwa terjadi banyak peningkatan ide bunuh diri pada orang-orang lanjut usia. Terlebih pada mereka yang berusia di atas tujuh puluh lima tahun.
鈥淧engaruh usia dalam usia bunuh diri juga dipengaruhi basic insting sebagai manusia, yakni keterhubungan dan orang di atas 75 tahun cukup kesepian dan mungkin lebih banyak teman-temannya sudah pergi dahulu atau mungkin mereka juga memiliki penyakit kronis,鈥 ungkapnya.
Dokter spesialis kejiwaan itu juga menyampaikan bahwa di Asia sendiri rasio kerentanan bunuh diri antara laki-laki dan perempuan tidaklah memiliki perbedaan yang signifikan. 鈥滵i Asia dan hanya di asia sendiri, rasio kerentanan laki-laki dan perempuan bunuh diri tidak terlalu beda jauh,鈥 ungkapnya.
Riwayat Keluarga dan Genetik
Selain faktor usia dan gender, dr Damba juga mengungkapkan bahwa terdapat penelitian yang menunjukan gejala ide bunuh diri dapat muncul dari riwayat keluarga dan genetik. Memang terdapat beberapa kasus satu keluarga semua meninggal karena bunuh diri. Namun, teori ini masih menjadi perdebatan banyak kalangan. Oleh karena itu, dr Damba menilai bahwa teori ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan masif.
鈥淣amun, hal ini masih menjadi perdebatan apakah itu memang genetik, secara biologis sudah terekam dalam DNA atau memang yang menurun gangguan mentalnya atau mungkin malah proses belajar, seperti bunuh diri jadi sebuah Coping Mechanism,鈥漷别驳补蝉苍测补.
Penulis : Ahmad Hanif Musthafa
Editor : Edwin Fatahuddin





