UNAIR NEWS – Usai menjadi Tuan Rumah The 7th AUN-SAN (ASEAN University Network-Student Affairs Network) Annual Meeting dan 2nd VOX Meeting, 东京热 (UNAIR) tidak hanya meninggalkan cerita tentang bagaimana perhelatan itu terselenggara. Akan tetapi, acara tersebut meninggalkan ide dan peluang kolaborasi nyata bagi delegasi mahasiswa (student delegate) yang tergabung di dalamnya.
Berlangsung selama empat hari (2-5/9/2026) di Kampus MERR-C, AUN-SAN dan VOX Meeting menghubungkan para pemuda ASEAN. Khususnya delegasi mahasiswa, untuk menghasilkan pitch policy brief yang mereka presentasikan untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat di negara-negara Asia Tenggara.
Peluang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda di Era Kecerdasan Buatan
Salah satu delegasi mahasiswa, Gilardo Diaz menyampaikan bahwa dalam acara AUN-SAN dan VOX Meeting membuka banyak insight dan kacamata baru tentang bagaimana kepemimpinan pemuda di lintas negara. Gilardo turut menyoroti bagaimana perbedaan pola kepemimpinan pemuda antarnegara dan minat organisasi di masing-masing kampus.聽
鈥淒i sana saya menyoroti perihal perbedaan pola kepemimpinan pemuda yang ada di tiap negara ASEAN. Tentu dengan bentuk-bentuk minat organisasi yang berbeda juga, di Malaysia dan Brunei Darussalam, mereka sangat tinggi minat organisasinya,鈥 terang Mahasiswa UNAIR tersebut.

Khususnya dalam kepemimpinan di era kecerdasan buatan, Gilardo menyoroti bagaimana kecerdasan buatan menjadi pisau bermata dua bagi kepemimpinan pemuda. Artinya, hal tersebut dapat menjadi penunjang maupun penghambat.
鈥淗al menarik lainnya, saat VOX Meeting, kita membahas mengenai leadership dan artificial intelligence. Bisa banget buat menunjang kita di masa depan, tetapi bisa juga bermata dua dengan menjadi penghambat perkembangan kita nantinya,鈥 tambah Gilardo.
Kolaborasi Pemuda untuk Eksekusi Ide Besar
Selain Gilardo, pengalaman menarik juga dijumpai oleh Muhammad Rizkia Eirmanto, delegasi mahasiswa UNAIR asal Fakultas Perikanan dan Kelautan (). Mahasiswa yang akrab disapa Kia tersebut menyampaikan jika dari AUN SAN dan VOX Meeting, ia mendapati bagaimana setiap student delegate dapat berdiskusi sekaligus mengeksekusi ide besar secara tanggap dan lugas walaupun diberikan waktu yang sangat sedikit.
鈥淒i AUN-SAN dan VOX Meeting kemarin, kami berdiskusi dengan sistem round-table discussion. Kami berdiskusi terkait banyak sekali isu, termasuk leadership. Kami diberikan waktu yang cukup sedikit dan kami harus menyelesaikan beberapa tugas. Saya melihat insight bagaimana cara student delegate lainnya menyelesaikannya secara efektif dan efisien,鈥 ungkap Kia.
Melalui kegiatan tersebut, Kia mengaku mendapatkan pembelajaran penting tentang bagaimana cara mengeksekusi ide besar seefektif dan seefisien mungkin.
Penulis: M. Rizqi Senja Virawan
Editor: Yulia Rohmawati





