Mereka kemudian menghentikan langkah. Meneduhkan pikiran, dan mendudukkan jasmani serta rohaniah agar lebih enak dalam obrolan. Keputusannya ialah duduk di teras pohon beringin lebat, sambil menggelar tikar plastik yang telah mereka beli sebelumnya dari jajaran penjual di tepi alun-alun.
鈥淵a udah lupakan sajalah itu鈥, tuturnya.
Mereka beralih topik percakapan untuk meregangkan pembicaraan dari yang serius ke yang serius lainnya.
鈥淓h, iya. Ngomong-ngomong, bagaimana kabar Bagus.鈥
鈥淪epertinya dia berhasil dan sukses.鈥
Di bawah dua beringin kembar, lalu dipangku oleh pemandangan kantor bupati dan percakapan soal tingkah politisi diawali.
鈥淏ukannya dia sekarang di Cipinang?鈥
鈥淚ya. Dia punya kesempatan untuk berhasil pada Pilkada waktu itu. Dia tidak jatuh sebenarnya. Tetapi, dia diuji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.鈥
鈥淎ku sebenarnya terkejut dengan pemberitaan itu. Dan, sebenarnya saya juga malu.鈥
鈥淛angan begitu. Orang punya kemungkinan setiap saat untuk berbuat salah. Tapi, kasih Tuhan masih membukakan pintu pertaubatan untuknya.鈥
Sebuah kasus menjerat Dr. Bagus Pradana beberapa bulan lalu. Seorang Bupati yang naik ke kursi panas jabatan dengan perjuangan berdarah-darah. Menimbulkan friksi golongan hitam dan putih, memisahkan hubungan persaudaraan antara teman, kerabat bahkan menyisakan luka, hingga pemilihan periode berikutnya.
鈥淪aya juga sempat menyesal tentang ini. Bisa-bisanya aku terbawa dalam kampaye mendukungnya. Walau tak sedaerah, namun postinganku waktu itu, penuh mendukung kemenangannya. Seakan kalau pihak musuh yang menang. Maka riwayat dunia akan tergulung. Tapi justru karena dia yang tidak hati-hati. Malahan dunia yang kubayangkan tidak tergulung, justru tergulung sendiri oleh kelakuaannya.鈥
鈥淜alau boleh jujur, saya juga memilih dia dulu.鈥
Jawaban ini mungkin akan mengejutkan.
鈥淟oh, apa iya ?鈥
鈥淚ya. Saya yakin dibalik hujatan dan situasi yang saling lempar itu. Saya masih bisa fair memilih. Sentimen permusuhan model apa pun, termasuk 鈥楽ARA鈥 tidak akan bisa memengaruhi keyakinan saya untuk memilih seseorang.鈥
鈥淲丑测?鈥
Dipandanglah wajah temannya itu dengan raut yang cukup serius.
鈥淧颈濒办补诲补 kan soal lima tahun. Soal pertarungan ide. Soal adu bagus kepemimpinan. Dan, itu sama sekali terpisah menurutku dengan keputusan Tuhan untuk menyayangiku atau melaknatku dengan pembalasannya. Ini soal lima menit untuk lima tahun.鈥
鈥淭补辫颈?鈥
Si teman memotongnya. 鈥淵ang kalian sangka tentang sebuah golongan itu homogen adalah masa lalu, masa yang kuno. Sejarah mencatat perpecahan dimana-mana atas motif apapun. Itu bukti bahwa tidak ada satu doktrin pun yang awet dianut oleh semua golongan yang merujuk pada sebuah teks yang sama sekalipun.鈥
鈥淏别苍补谤.鈥
Sore pun semakin meramaikan suasana alun-alun itu. Tak ada keindahan yang bisa dilebih-lebihkan, kecuali di tempat itulah orang-orang dari yang anak-anak sampai remaja, sedang berebut tempat dan kenyamanannya untuk menikmati hidup ini.
鈥淎pa kau sudah lebih tenang kini pada usiamu yang sudah mendekati kepala lima? Sudah punya cucu?.鈥
鈥淭iga anakku laki-laki semua. Anak pertamaku sudah bekerja, tapi belum punya rencana. Sedangkan dua lainnya masih kuliah. Aku hanya khawatir tentang diriku sendiri, karena mereka terlalu hebat untuk ukuran anak seusianya di masa kita dulu.鈥
鈥淢emang tantangan makin hari makin berat. Standar moral begeser sedemikian hebat. Hal tabu diterjang begitu mudahnya.鈥
鈥淪udahlah. Biarlah mereka yang menjawabnya saja.鈥
Tak pantas sebagai orang tua berputus asa pada masa depan anak-anaknya.
鈥淜au memilih melepaskan mereka ?鈥
鈥淜adang iya, tapi lebih banyak mereka yang melepaskan kita atau kita yang tidak mampu memahami dinamika jiwa yang meraka lalui dengan perkembangan teknologi yang maha hebat ini. Aku tidak tahu.鈥
Mereka sejenak, tercenung menatap langit yang kian memerah dengan taburan adonan kue berbentuk bulu domba yang ditumpahkan ke sela udara di atap angkasa.
鈥淟ihat itu sajalah biar kita lebih tenang.鈥 Sambil menunjuk kebahagiaan pasangan muda yang sedang bermain-main dengan anaknya yang masih berusia sekitar tiga tahunan. Lucu, menggemaskan, dan keluarga yang harmonis.
鈥淪elebihnya terkadang itu fatamorgana juga.鈥
Mereka berdua tertawa. [ * ]
SUKARTONO





