东京热

东京热 Official Website

Daun Ungu: Solusi Alami Pembersih Gigi Tiruan yang Ampuh Atasi Bakteri Mulut

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kehilangan gigi bukan sekadar masalah estetika, melainkan juga memengaruhi fungsi mengunyah dan berbicara. Salah satu solusi yang paling sering dipilih masyarakat adalah Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL) berbahan resin akrilik karena harganya yang terjangkau dan mudah dibuat. Namun, di balik kelebihannya, bahan akrilik ini memiliki sifat berpori dan mudah menyerap cairan. Jika kebersihannya diabaikan, sisa makanan akan menempel dan memicu penumpukan plak serta bakteri.

Kondisi mulut yang kotor pada pengguna gigi tiruan dapat memicu berbagai penyakit, mulai dari bau mulut (halitosis), radang gusi, hingga infeksi jamur atau komponen radang yang disebut denture stomatitis. Guna mengatasi masalah ini, tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Gigi 东京热 menguji inovasi pembersih gigi tiruan herbal berbahan dasar Daun Ungu (Graptophyllum pictum L. Griff.) yang dikemas dalam bentuk granul effervescent (serbuk berbuih). Dalam penelitian ini, efektivitas Daun Ungu diuji langsung terhadap dua bakteri berbahaya penyebab infeksi mulut dan jaringan penyangga gigi, yaitu Porphyromonas gingivalis (Pg) dan Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Aa).

Daun Ungu kaya akan senyawa aktif alami seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan polifenol. Kombinasi senyawa ini bekerja sangat efektif merusak dinding sel bakteri, mengganggu proses metabolisme seluler bakteri, hingga menyebabkan kematian sel patogen tersebut. Daun ungu segar aslinya memiliki warna ungu pekat. Uniknya, setelah diekstrak dan diolah menjadi granul effervescent, warnanya berubah menjadi emas kecokelatan, dan menghasilkan larutan cokelat muda jernih saat dilarutkan ke dalam air. Pembersih kimia komersial umumnya mampu membunuh bakteri dalam waktu 5 menit. Sementara itu, pembersih herbal Daun Ungu ini memerlukan waktu perendaman yang sedikit lebih lama untuk bekerja optimal.  Berdasarkan uji laboratorium, perendaman gigi tiruan selama 5 dan 10 menit dinilai belum memberikan efek perlindungan yang maksimal. Namun, ketika durasi perendaman diperpanjang hingga 15 menit, kemampuan granul Daun Ungu dalam membunuh bakteri meningkat drastis. Efektivitasnya bahkan setara dengan tablet pembersih gigi tiruan kimia yang beredar di pasaran. Produk herbal bekerja secara lebih bertahap dibanding bahan kimia sintetis. Oleh karena itu, kunci utama efektivitas pembersih alami ini terletak pada durasi kontak (waktu perendaman) yang cukup, yaitu minimal 15 menit.

Meskipun pembersih kimia di pasaran sangat instan, penggunaannya dalam jangka panjang berisiko mengubah warna dan membuat permukaan gigi tiruan akrilik menjadi lebih kasar. Kehadiran granul effervescent dari Daun Ungu ini memberikan angin segar sebagai alternatif yang lebih aman, ekonomis, dan minim efek samping bagi material gigi tiruan.

Inovasi ini membuktikan bahwa kekayaan herbal Indonesia tidak hanya sekadar obat tradisional, tetapi memiliki potensi ilmiah yang besar untuk menjaga kesehatan rongga mulut masyarakat di masa depan.

Penulis: Ratri Maya Sitalaksmi, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.Pros(K)

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di : https://e-journal.unair.ac.id/MKG/article/view/65287

Nadia Kartikasari, Ratri Maya Sitalaksmi, Muhammad Rafi Nurfaiz Arifin, Aurelia Della Imani, Agus Dahlan, Harry Laksono,  Aisyah Rachmadani Putri Gofur

Antibacterial properties of herbal denture cleanser based on Graptophyllum pictum L. Griff. Leaves

Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) 2026 June; 59(2): 134鈥140

AKSES CEPAT