¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Perawat pada Unit Perawatan Intensif (ICU): Apakah ada negosiasi keseimbangan kerja – Keluarga?

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Profesionalitas menjadi salah satu kunci kesuksesan seseorang dalam menyelesaikan tanggung jawab tugas secara bermutu. Sebagai personal, profesionalitas mampu membangun reputasi. Setiap pekerjaan menuntut profesionalitas, tidak terkecuali perawat, khususnya perawat pada unit perawatan intensif (ICU) yang sekaligus berperan sebagai ibu. Data empiris menunjukkan bahwa perawat ICU yang juga berperan sebagai ibu harus dihadapkan pada ketegangan kerja-keluarga karena beberapa hal, diantaranya sistem shift yang kaku dan beban emosional.

Studi ini merupakan studi kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara semi-terstruktur kepada tujuh kepala perawat ICU (N = 7) dari tujuh rumah sakit di Kalimantan, Indonesia; selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif.

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga tema yang saling terkait: (1) Membingkai keseimbangan kerja-keluarga sebagai dilema manajerial kontekstual yang ditandai oleh kompleksitas struktural dan emosional, kebutuhan yang berbeda, dan ketegangan antara akuntabilitas profesional dan fleksibilitas; (2) Mengalami tuntutan peran yang bersaing di bawah kendala struktural, termasuk kekakuan penjadwalan, rasa bersalah ibu yang terus-menerus, dan kebutuhan untuk mempertahankan kewaspadaan profesional di tengah tekanan pribadi; dan (3) Melakukan negosiasi manajerial dalam kendala organisasi melalui adaptasi jadwal bersyarat, kepemimpinan relasional, dan mekanisme pertukaran shift terstruktur.

Keseimbangan kerja-keluarga sebagai profesional perawat ICU dalam memberikan layanan kepada pasien dan tanggung jawab pengasuhan sebagai ibu kepada anak bukanlah hasil negosiasi yang tetap, melainkan proses manajerial yang dinegosiasikan dan dijalankan dalam sistem klinis yang dibatasi secara struktural; Dibutuhkan kebijakan formal, kepemimpinan relasional, dan pengambilan keputusan situasional. Temuan menunjukkan bahwa fleksibilitas manajerial bergantung pada kondisi struktural, termasuk kecukupan staf dan toleransi institusional terhadap diskresi. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan bagi perawat ICU yang juga berperan sebagai ibu membutuhkan keselarasan antara praktik manajerial lini depan dan infrastruktur organisasi yang lebih luas. Dinamika negosiasi keseimbangan kerja – keluarga merupakan sebuah realita kompleks yang berkorelasi dengan kesejahteraan psikologis sumber daya manusia sebagai tenaga kerja sekaligus kualitas layanan perawatan pasien.

Kesimpulan:

Keseimbangan kerja-keluarga pada perawat ICU yang sekaligus sebagai ibu, dapat dicapai melalui kebijakan formal melalui negosiasi manajerial berkelanjutan yang tertanam dalam praktik sehari-hari; Dibutuhkan peran kepala perawat sebagai mediator tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab pengasuhan serta menggarisbawahi perlunya struktur kelembagaan yang melegitimasi kebijaksanaan manajerial yang berkelanjutan.

AKSES CEPAT