UNAIR NEWS – Akan ada masa dimana mahasiswa, baik perantau maupun tidak, merasakan krisis di akhir bulan. Krisis apalagi kalau bukan uang. Ada masanya mahasiswa harus mengalami keadaan dimana kiriman uang dari orangtua terlambat, atau uang beasiswa yang tak kunjung turun.
Disaat uang menipis dan masih terdapat berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi, bagaimana caranya untuk 鈥渂ertahan hidup鈥 hingga dana masuk kembali? Berikut berbagai tips jitu dan sharing pengalaman-pengalaman dari beberapa mahasiswa Fakultas Psikologi (Fpsi) UNAIR.
1. Meminta Kiriman Uang Di Awal Bulan
Inggrid Wardhani Rahayuningsih, mahasiswa FPsi semester 3 asli Surabaya, lebih memilih meminta uang bulanan di awal daripada diakhir bulan.
鈥淛adi setelah orangtua gajian, aku langsung minta鈥, paparnya.
Seandainya keperluan meningkat dipertengahan bulan, Inggrid masih bisa meminta tambahan uang kepada orangtuanya.
2. Lebih Berhemat Saat Makan Siang
Bagi mahasiswa yang berdomisili asli Surabaya, solusi disaat uang orangtua telat memberi uang bulanan adalah berhemat uang saat makan siang dengan memilih makan di rumah.
鈥Kan sekarang 10.000 aja masih kurang, gitu. Kalau uang sudah mepet 10.000, mungkin makan siangnya pilih yang murah, dan lebih banyak makan di rumah鈥, ujar Inggrid.
Namun, bagaimana dengan mahasiswa yang indekos? Seperti yang yang diceritakan oleh Muhammad Hanifa Khairurahman, Ketua BEM FPsi UNAIR, dia bahkan hanya makan sekali dalam sehari. Namun, terkadang Hanif tetap menyempatkan diri untuk sarapan. Bagi Hanif, kendala utama saat uang menipis di akhir bulan adalah pengeluaran untuk makan, bukan pengeluaran yang lainnya.
鈥淜alau bisa makannya dipadetin, atau numpang makan dimana, gitu, bareng teman-teman. Jangan makan sendirian, jadi rame-rame di rumah teman鈥, ujar Hanif.
3. Cari Penghasilan Tambahan
Selain bergantung dari kiriman uang dari orangtua, ada baiknya menyempatkan diri untuk mengambil kerja paruh waktu atau mengikuti kegiatan yang memberi upah tertentu, mengikuti penelitian dosen, misalnya. Hanif sendiri pernah berpengalaman mengambil jobdesk sebagai seorang partisipan tester yang dibayar.
Sisa uang yang dimiliki bisa juga digunakan untuk mengambil barang yang bisa dijual kembali. Kamu bisa mengambil barang yang sekiranya banyak dibutuhkan oleh teman-temanmu. Selain itu, bisa juga menawarkan jasa untuk menjadi juru fotocopy. Tawarkan materi atau diktat dari dosen untuk digandakan dan menjadi bahan belajar teman-teman.
4. Meminjam Uang Teman
Tidak ada salahnya meminta uang pinjaman dari teman sendiri, tentu kepada teman dekat dan mereka yang mengizinkan untuk memberi.
鈥淪eandainya kepepet, terpaksa pinjam duit ke teman. Jadinya lebih ke fast response, gitu. Seandainya sudah tahu uang bakal telat dan nggak ada simpanan lagi, kita langsung pinjem teman saja鈥, tutur Inggrid.
Selain itu, menurut Inggrid, disaat terpaksa meminjam uang tidak perlu dianggap terlalu serius, mereka (teman –red) juga pasti mengerti situasi yang sedang kita alami.
Hanif juga pernah memiliki pengalaman uang menipis di akhir bulan, dan hanya memiliki sisa 100.000 untuk memenuhi kebutuhannya selama satu minggu.
鈥淭erpaksa mau nggak mau, harus pinjam uang teman dulu. Soalnya kalau ngomong ke orangtua, gimana, gitu鈥, ujar Hanif.
5. Lebih Sadar Untuk Menghemat Pengeluaran
Menurut Inggrid, mahasiswa harus lebih sadar diri dan menabung uang sebagai simpanan untuk kebutuhan mendadak. Misalnya, dengan mencicil 20.000, agar diwaktu tertentu uang simpanan dapat langsung digunakan.
鈥淜ita harus lebih sadar untuk tidak berfoya-foya dan lebih mampu mengelola keuangan鈥, tutur Inggrid.
6. Ngebon聽di Warung Dekat Asrama
鈥淪aat jadi mahasiswa, waktu uang beasiswa tak kunjung turun, biasanya saya ngebon (hutang –red) di warung depan asrama鈥, tutur Nuri, alumni Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR yang baru diwisuda akhir tahun lalu.
Tentu, untuk bisa dipercaya, perlu kiranya untuk menjalin hubungan yang baik dengan tetangga sekitar.
7. Jangan Kaget dan Panik
Pastinya disaat menghadapi situasi berikut, hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik dan sabar memikirkan solusi terbaik. Cari jalan keluar dengan menggunakan tips-tips di atas dapat membantu kalian yang sedang mengalami uang kiriman yang telat. (*)
Penulis: Aldi Syahrul Putra
Editor: Binti Q. Masruroh





