UNAIR NEWS – Dr. Bernadette Dian Novita, dr., M.Ked nyaris menyerah ketika harus menghadapi berbagai persoalan yang mendera. Di tengah perjalanannya menempuh studi S-3, mendadak sang anak sakit berat, serta harus merasakan duka karena ditinggal pergi selamanya sang ibunda.
鈥滲ila ditilik selama perjalanan studi S-3, sebenarnya saya punya 1001 alasan untuk berhenti. Namun saya memiliki prinsip bahwa 鈥failure is never an option鈥 (kegagalan bukanlah pilihan) sehingga saya memutuskan tetap berjalan dan berkeyakinan bahwa Tuhan selalu membimbing saya,鈥 kata peraih IPK 3,92.
Selain dirundung persoalan yang mengoyak batin, proses studi juga terganjal keterbatasan dana penelitian. 鈥淎nak saya sempat sakit berat, sehingga aktivitas penelitian terpaksa terhenti. Saya juga tidak memiliki cukup uang untuk menyelesaikan penelitian. Padahal sudah dinyatakan lulus proposal pada pertengahan 2015,鈥 ungkapnya.
Pilihan memang ada di tangannya. Andaikan pada saat itu Bernadette memilih berhenti, tentu kesempatan mengantongi gelar Doktor tak akan terwujud seperti saat ini. Ia sama sekali tak terpikir bakal menjadi wisudawan terbaik. 鈥淚ni hal yang tidak pernah saya impikan. Saat saya mendaftar S-3 Ilmu Kedokteran di FK UNAIR, saya hanya bertekad ingin lulus tepat waktu,鈥 ungkapnya.
Bagi perempuan kelahiran Surabaya 11 November 1978 ini, pengalaman menempuh S3 tak lepas dari upaya mendisiplinkan diri, menetapkan target yang jelas, dan segera merealisasikannya. 鈥淏ila ingin lulus tepat waktu saya harus tahu timetable waktu untuk lulus proposal, rentang waktu mengerjakan penelitian dan menyelesaikan laporan,鈥 kata perempuan kelahiran 11 November 1978.
Siapapun tentu tak pernah bebas dari masalah. Untuk itu disiplin diri sangat penting. Setelah target tercapai, Dian tak lupa untuk menghargai kerja kerasnya dengan memberi 鈥榩enghargaan鈥 pada diri sendiri. 鈥淏ila target sudah tercapai, saya membeli novel di akhir pekan,鈥 ungkapnya. (*)
Penulis : Sefya Hayu Istighfaricha.
Editor聽聽聽 : Bambang Bes.





