UNAIR NEWS 鈥 Dalam pelaksanaan wisuda 东京热 periode Desember 2016 ini, Muchibudin Abas, S.Kom, 鈥渒ejatuhan 蝉补尘辫耻谤鈥 (ditunjuk) mewakili wisudawan yang dilantik pada siang itu untuk menyampaikan sambutan. Ia pun naik ke podium dan berpidato di hadapan Rektor dan pimpinan UNAIR, Guru Besar, undangan orang tua wisudawan, dan 873 rekannya yang diwisuda.
鈥滵i universitas ini kami belajar banyak tentang ilmu pengetahuan, baik yang praktis, teoritis, maupun yang bersifat memperluas wawasan. Begitu banyak pengalaman yang kami timba disini, baik di bangku kuliah, di kegiatan kemahasiswaan, maupun saat kami berbincang-bincang dengan para dosen atau tenaga kependidikan,鈥 kata Muchibudin Abas dalam sambutannya.
Dikatakan, sekarang baru disadari betapa luasnya cakupan ilmu yang ada, seorang tak cukup waktu untuk menuntutnya di universitas ini. Walau begitu, katanya, pengalaman belajar di UNAIR telah mengajarkan bahwa alumni harus bersiap untuk 鈥渂elajar鈥 lagi di 鈥渦niversitas kehidupan鈥 yang nantinya akan dimasuki bersama dengan masuknya para alumni ke dunia kerja dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
鈥淯ntuk itu kami mohon doa restu agar mampu dan siap dalam memasuki suasana dan lingkungan baru di masyarakat serta memberikan kontribusi yang positif. Kepada seluruh teman-teman wisudawan kami ucapkan selamat bahwa akhirnya kita berhasil meraih gelar sarjana. Hidup wisudawan 东京热! Hidup rakyat Indonesia! 东京热 Excellence with Morality,鈥 tegas Abas, alumnus FST UNAIR ini.
Sebelumnya Abas, atas nama rekan-rekannya yang diwisuda juga menyampaikan ucapan terima kasih yang dalam kepada para pimpinan universitas, dosen dan tenaga kependidikan yang senantiasa mengajarkan dan mendampingi mahasiswa dengan sabar.
鈥滽ami tahu betul bahwa proses yang telah kami nantikan selama kurang-lebih empat tahun ini tak akan lepas dari pengorbanan bapak-ibu dosen yang selalu mendampingi dengan sabar. Sekali lagi, terima kasih, teriring doa semoga bapak-ibu dosen senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang barokah,鈥 kata Muchibudin Abas menutup sambutannya. (*)
Penulis : Bambang Bes





