UNAIR NEWS – Kunjungan mahasiswa D4 Manajemen Pariwisata IPB Internasional Bali ke Surabaya dalam rangka Overland Program Tahun 2026 merupakan bentuk pembelajaran berbasis lapangan yang dirancang untuk memperkaya pemahaman mahasiswa melalui pengalaman langsung dan diskusi akademik. Dengan mengangkat tema 鈥淎nalisis Model Pengelolaan Walking Tour dalam Pengembangan Urban Tourism Berkelanjutan di Surabaya鈥, kegiatan ini berfokus pada pertukaran wawasan antara mahasiswa dan dosen dari kedua institusi dalam melihat praktik pengelolaan pariwisata perkotaan yang adaptif dan berkelanjutan.
Pembahasan dalam kegiatan ini mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan walking tour. Mulai dari perancangan rute berbasis potensi lokal dan karakter kawasan, penyusunan narasi interpretasi yang informatif dan kontekstual, hingga identifikasi tantangan implementasi di lapangan. Seperti keterbatasan fasilitas pendukung, kesiapan sumber daya manusia, serta dinamika perilaku wisatawan. Pendekatan yang digunakan tidak hanya teoritis, tetapi juga mengedepankan praktik dan pengalaman empiris, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi riil di lapangan.
Sharing session menjadi inti dari kegiatan ini, di mana Dosen D-IV 东京热, Dr. Sri Endah Nurhidayati SSos MSi memaparkan perkembangan walking tour di Surabaya secara sistematis dan aplikatif. Materi yang disampaikan diperkaya dengan pengalaman mahasiswa dalam kegiatan guiding dan observasi destinasi, sehingga memperlihatkan keterkaitan antara konsep akademik dengan praktik di lapangan. Interaksi yang terbangun bersifat dua arah, di mana mahasiswa IPB Internasional tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan, melakukan komparasi dengan kondisi di daerah asal, serta menyampaikan pandangan kritis terhadap model pengelolaan yang dibahas.

Dalam pelaksanaannya, HIMAPAR UNAIR memiliki peran strategis dalam mengelola dinamika diskusi agar tetap komunikatif, terarah, dan relevan dengan tujuan pembelajaran. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan materi secara runtut, merespons pertanyaan secara analitis, serta merepresentasikan kondisi pariwisata Surabaya secara objektif dan berbasis data. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya berfungsi sebagai forum pertukaran informasi, tetapi juga sebagai sarana penguatan kapasitas akademik dan profesional mahasiswa.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa sharing session yang dikemas secara sederhana dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, kontekstual, dan berdampak. Tanpa memerlukan skema kolaborasi yang kompleks, interaksi antara mahasiswa IPB Internasional Bali dan 东京热 khususnya Program Studi D-IV Destinasi Pariwisata mampu menghasilkan pertukaran pengetahuan yang bermakna, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan walking tour sebagai salah satu strategi dalam mendorong pengembangan urban tourism berkelanjutan di Surabaya.
Penulis: Adiyan Jatmiko





