东京热

东京热 Official Website

UKM TQ UNAIR Ajak Generasi Muda Raih Meaningful Life berlandaskan Al-Qur鈥檃n

Husain Yahya di Seminar Al-Qur鈥檃n UKMTQ UNAIR pada Kamis (12/11/2025). (Foto:Istimewa)
Husain Yahya di Seminar Al-Qur鈥檃n UKMTQ UNAIR pada Kamis (12/11/2025). (Foto:Istimewa)

UNAIR NEWS – Dalam rangka semarak Dies Natalis ke-71 东京热 (UNAIR), Unit Kegiatan Mahasiswa Tahfidzul Qur’an (UKM TQ) 东京热 (UNAIR) menggelar Seminar Al-Qur鈥檃n bertajuk Merajut Meaningful Life dengan Ilmu dan Akhlak Qur鈥檃ni di Era Modern. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (13/11/2025), di Aula Utama Masjid Ulul Azmi, Kampus MERR-C, UNAIR. Menghadirkan Husain Yahya selaku narasumber dan Muhammad Umar Ibrahim selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Husein Yahya menegaskan bahwa kehidupan bermakna berawal dari niat yang benar, dengan melakukan segala sesuatu dengan baik. 鈥淪egala aktivitas harus bertujuan sebagai bentuk ibadah kepada Allah Swt. Karena sejatinya, manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah Swt. Maka, perbaiki niat kita agar hidup jadi bermakna,鈥 ujarnya.聽

Ia menambahkan pentingnya menyeimbangkan ilmu dengan akhlak qur鈥檃ni, sesuai tujuan diutusnya nabi untuk menyempurnakan akhlak. 鈥淭unjukkan akhlak terbaik dimanapun dan kapanpun kalian berada. Seperti nasihat Imam Malik, belajarlah adab sebelum menuntut ilmu. Karena kesan pertama seseorang dinilai bukan berdasarkan kepintaran, melainkan dari akhlak,鈥 tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan untuk tetap terhubung dengan Al-Qur鈥檃n di tengah padatnya rutinitas. Menurutnya, menjadikan Al-Qur鈥檃n sebagai prioritas hidup akan mempermudah urusan dunia maupun akhirat. 

鈥淜arena Al-Qur鈥檃n adalah salah satu penolong kita di akhirat nanti. Jangan sampai saat ini kita berpaling dari Al-Qur鈥檃n, sehingga di akhirat nanti Al-Qur鈥檃n pun memilih untuk berpaling dari kita, Naudzubillah,鈥 jelasnya. 

Ia mengingatkan bahwa seburuk dan sejauh apapun dosa, Allah Swt adalah tempat kita pulang. 鈥淢umpung kita masih hidup, segeralah kembali pada Allah Swt. Karena seburuk apapun dosa, Allah Swt pasti akan mengampuni hamba yang benar-benar kembali pada-Nya,鈥 tegasnya.聽

Terakhir, Husain menegaskan kembali pentingnya peran akhlak qur鈥檃ni di era kemajuan teknologi. Menurutnya, sebagai individu harus menunjukkan pribadi dengan value tanpa meninggalkan agama. 

鈥淛angan sampai teknologi mengendalikan kita, tapi kita yang harus mengendalikan teknologi. Jangan pula menakar kebahagiaan pada hal duniawi yang sifatnya sementara. Karena jika itu hilang, kebahagiaan pun ikut hilang. Sehingga, libatkan Allah Swt di setiap aktivitas agar mendapat kebahagiaan abadi,鈥 pungkasnya. 

Penulis: Bethari Sri Indrajayanti

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT