UNAIR NEWS – Tempo permainan yang cepat, variasi teknik yang tak terduga, dan tekanan atmosfer internasional menjadi ujian nyata yang berhasil ditaklukkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate ¶«¾©ÈÈ (UNAIR). Bertanding dalam ajang DIY Open International Championship II pada Sabtu-Minggu (20-21/6/2026) UKM Karate UNAIR kembali mengharumkan nama almamater di kancah internasional.
Kali ini, mereka sukses unjuk gigi dalam ajang bergengsi DIY Open International Championship II. Kompetisi lintas negara yang berisi ratusan atlet ini menjadi panggung pembuktian kredibilitas UNIAR. Kualitas atlet UNAIR mampu bersaing dengan perguruan tinggi besar dari dalam maupun luar negeri.
Uji Mental dan Adaptasi Teknik Lintas Negara
Berkompetisi di level internasional menghadirkan atmosfer dan tekanan (pressure) yang jauh berbeda daripada dengan kompetisi domestik. Dhika Aflha Arthantho, ketua umum UKM Karate UNAIR menjelaskan bahwa menghadapi atlet dari berbagai negara memberi banyal pelajaran. Mereka belajar bahwa setiap kontingen memiliki karakteristik permainan yang unik.Â
“Dari sisi mental, pertandingan ini sangat melatih resilience dan composure di bawah tekanan. Atlet belajar untuk tetap fokus, percaya pada kemampuan diri, serta mampu mengendalikan emosi meskipun berada di atmosfer kompetisi yang sangat kompetitif,” ujar Dhika.
Sinergi Kampus dan Evaluasi Taktis ke Depan
Keberhasilan ini tentu tidak datang dari ruang hampa. Ada sinergi yang kuat di belakang layar, mulai dari dukungan fasilitas latihan, dokumen administratif, fleksibilitas akademik, hingga motivasi moral dari pihak universitas, pembina, pelatih, dan alumni. Kultur saling mendukung di internal UKM menciptakan lingkungan yang kondusif, sehingga setiap atlet dapat fokus memberikan performa terbaiknya.
Sebagai langkah keberlanjutan, manajemen UKM Karate UNAIR bergerak cepat melakukan evaluasi taktis demi meng-upgrade metode latihan ke depannya. Salah satu evaluasi utama yang tim dapatkan dari ajang internasional ini adalah pentingnya adaptive tactical training. Dari kompetisi ini terlihat jelas bahwa kecepatan transisi antara offense dan defensemenjadi faktor penentu kemenangan.
“Ke depan, metode latihan UKM Karate UNAIR akan lebih menekankan simulation sparring. Beserta dengan variasi gaya bertanding, peningkatan reaction speed, tactical decision-making, serta conditioning yang menyerupai intensitas pertandingan sebenarnya,” jelasnya.
Pesan Inspiratif: Keluar dari Zona Nyaman
Melalui medali yang mereka bawa pulang ke Surabaya, UKM Karate UNAIR memiliki daya saing yang sangat kompetitif, bahkan ketika bersanding dengan kontingen dari negara lain. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi bukti konkret bagi mahasiswa baru dan bibit atlet muda bahwa UKM Karate UNAIR merupakan wadah yang mampu mengembangkan potensi mahasiswa hingga level dunia.
Lebih dari sekadar medali, mereka ingin menularkan pesan inspiratif dan dampak motivasional kepada seluruh mahasiswa UNAIR. Terlebih, mereka yang masih ragu untuk mulai berprestasi di bidang non-akademik. “If you only do what you can do, you will never be more than you are now,” tutupnya.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Ragil Kukuh Imanto





