东京热

东京热 Official Website

Terjunkan 61 Mahasiswa, FISIP UNAIR Wujudkan Aksi Nyata KASRPA di Surabaya

Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak DP3APPKB Kota Surabaya, Relita Wulandari SSos (berdiri), memberikan arahan dalam acara pembekalan mahasiswa pendamping KASRPA di Aula Soetandyo FISIP UNAIR pada Rabu (12/8/2026). Turut mendampingi Kepala Program Studi Sosiologi FISIP UNAIR, Dr Sudarso Drs MSi (duduk) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥� Sebanyak 61 mahasiswa Sosiologi dan Antropologi 东京热 (UNAIR) siap mengawal program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KASRPA) DP3APPKB Kota Surabaya. Sebelum terjun langsung, mereka mendapatkan pembekalan di Aula Soetandyo FISIP UNAIR pada Rabu (12/8/2026).

Membuka agenda pembekalan, Kepala Program Studi Sosiologi FISIP UNAIR, Dr Sudarso Drs MSi, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk kontribusi nyata akademisi sebagai pemecah masalah (problem solver) di lingkungan warga. 鈥淚lmu sosial tidak boleh berhenti pada batas teori di dalam ruang kelas semata. Mahasiswa Sosiologi dan Antropologi harus hadir di lapangan membawa dampak positif dan manfaat konkret bagi warga,鈥� tegasnya.

Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak DP3APPKB Pemkot Surabaya, Relita Wulandari SSos, mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam menguatkan KASRPA sebagai pilar sosial budaya kota. Menurutnya, program ini menjadi pembuktian teori sosiologi di tengah kompleksitas dan dinamika karakter masyarakat secara langsung.

“Terima kasih atas partisipasi mahasiswa yang bergabung bersama Pemkot Surabaya untuk kegiatan KASRPA sebagai salah satu pilar sosial budaya. Di lapangan nanti, kalian akan melihat bahwa tidak semua hal seindah yang dibayangkan karena karakter masyarakat yang beragam,” terang Relita.

Ia juga mengimbau mahasiswa untuk selalu menjaga etika kerendahan hati serta menyerap pengalaman berharga dari pengurus warga setempat. “Mahasiswa yang turun ke lapangan harus ingat, Pak RW dan Bu RW itu bukan teman kalian. Melainkan orang tua yang wajib kalian hormati dan diserap pengalaman berharganya,” tambahnya.

Narasumber pendamping teknis Novita Heri Kristanti SSos MSi merinci kerangka kerja operasional yang akan mahasiswa jalankan. Pendampingan KASRPA berfokus pada tiga kluster utama, yakni Kampung Sehat, Kampung Asuh, dan Kampung Aman.

“Upaya pencegahan kekerasan maupun perlindungan anak dan perempuan tidak boleh hanya menjadi wacana di tingkat kota. Melainkan harus benar-benar hidup dan berjalan di lini paling bawah, yaitu tingkat RW,” terang Novita.

Selama periode Agustus hingga September 2026, setiap mahasiswa mengawal dua hingga tiga RW untuk memetakan kondisi riil wilayah. Hasil analisis lapangan tersebut nantinya dibukukan dalam bentuk laporan portofolio yang diserahkan kepada Pemkot dan pihak RW sebagai pijakan kebijakan lanjutan.

“Hasil akhir pendampingan ini adalah membantu mewujudkan buku portofolio data. Dokumen ini menjadi rekam jejak riil mengenai indikator apa saja yang sudah terpenuhi di tiap RW,” pungkas Novita.

Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT