鈥淭untutlah ilmu sebanyak mungkin. Di saat kamu miskin, ia akan menjadi hartamu. Di saat kamu kaya, ia akan menjadi perhiasanmu鈥
UNAIR NEWS – Siapa menyangka bahwa wisudawan asal Pasuruan ini menyandang gelar wisudawan terbaik pada gelaran wisuda 东京热 (UNAIR) Periode 243. Ia adalah Fielsa Kabida Mumtaza. Gelar terhormat tersebut tersemat padanya karena berhasil menuntaskan studi magister dengan rentang waktu 1 tahun 10 bulan dengan perolehan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,86.聽聽
Tertarik menelusuri kebijakan-kebijakan pemerintah mendorong Fielsa untuk mengenyam pendidikan hingga magister. Selain itu, Fiela merasa bahwa ilmu yang ia peroleh selama S1 belum cukup untuk memperdalam keilmuannya terkait administrasi negara.聽聽
鈥淪aya memiliki keinginan yang kuat untuk memperdalam ilmu hukum administrasi negara. Memang saya ada niatan untuk berkiprah di instansi pemerintahan karena cakupan dari ilmu administrasi negara ini sangat luas,鈥 tambah Fielsa.
Role Model
Fielsa merupakan anak bungsu yang lahir dari sosok ayah yang hebat. Sang ayah selalu mendukung anaknya untuk mengenyam pendidikan yang tinggi. Ayahanda dari Fielsa menjadi role model selama ia menjalankan studi magister.
鈥Alhamdulilah, semua keluarga saya telah mengenyam pendidikan magister. Namun, hanya ayah saya yang satu rumpun dengan saya. Saya bersyukur memiliki sosok ayah yang mendukung semua anaknya untuk tidak berhenti mengenyam pendidikan hingga tingkat tertinggi,鈥 ungkapnya.
Rasa syukur tak berhenti terucap pada diri Fielsa, sebab ia dapat menempuh magister di Fakultas Hukum (FH) terbaik se-Indonesia. Selain itu, ia turut senang mendapatkan ilmu dari sang expert. Hal ini menjadi momen berharga dan tidak ternilai selama ia mengenyam studi magister.
鈥淧ara pengajar di FH UNAIR ini memiliki kredibilitas yang tinggi yang mana ilmu yang mereka sampaikan membuka pikiran dan wawasan dari mahasiswanya. Menurut saya, hal ini menjadi momen langkah yang tidak semua orang dapatkan. Saya sangat bersyukur dapat menjadi bagian keluarga besar FH UNAIR,鈥 jelasnya.
Selama studi magister, Fielsa berada pada lingkungan rekan yang suportif. Tidak hanya berbagi ilmu sesama rekan, namun juga berbagi pengalaman dan bekal untuk hidup. Ia tidak akan melupakan segala kebaikan dan bantuan yang telah ia dapatkan dari rekannya.
Penulis: Satrio Dwi Naryo聽
Editor: Yulia Rohmawati





