Ketika bakteri semakin kebal terhadap antibiotik, dunia kesehatan membutuhkan cara baru untuk mengatasinya. Salah satu inovasi yang kini dikembangkan adalah memanfaatkan nanopartikel perak yang dibuat dari daun pepaya, kemudian mengaktifkannya menggunakan sinar laser biru.
Penelitian yang melibatkan tim dari 东京热 ini mengeksplorasi potensi daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai bahan alami untuk menghasilkan nanopartikel perak (silver nanoparticles/AgNPs). Nanopartikel tersebut kemudian dikombinasikan dengan antimicrobial photodynamic therapy (aPDT) menggunakan laser dioda biru dengan panjang gelombang 405 nm.
Pemanfaatan daun pepaya menjadi nanopartikel perak merupakan bagian dari pendekatan yang dikenal sebagai green synthesis. Sederhananya, proses ini menggunakan bahan alami dari tumbuhan untuk membantu menghasilkan nanopartikel sehingga dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode sintesis berbasis bahan kimia.
Dalam penelitian ini, daun pepaya diekstraksi menggunakan air. Ekstrak tersebut kemudian digunakan untuk membantu pembentukan nanopartikel perak dari larutan perak nitrat. Keberhasilan pembentukan nanopartikel dikonfirmasi melalui pemeriksaan menggunakan spektroskopi UV-Vis.
Hasilnya menunjukkan bahwa nanopartikel perak berhasil terbentuk dengan ukuran rata-rata yang sangat kecil, yaitu sekitar 5鈥�6 nanometer. Sebagai gambaran, satu nanometer hanya sepermiliar meter.
Kemampuan nanopartikel tersebut kemudian diuji terhadap dua bakteri yang banyak dikenal sebagai penyebab infeksi, yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kedua bakteri ini juga menjadi perhatian dalam masalah resistensi terhadap antibiotik.
Pengujian awal menggunakan metode difusi cakram menunjukkan bahwa nanopartikel perak mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri. Namun, para peneliti kemudian mencoba meningkatkan efek antibakterinya dengan memberikan paparan laser biru 405 nm.
Ide dasarnya sederhana: nanopartikel perak diberikan kepada bakteri, kemudian diaktifkan menggunakan cahaya. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS), yaitu molekul reaktif yang dapat merusak komponen penting sel bakteri dan akhirnya menyebabkan kematian bakteri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi nanopartikel perak dan laser memberikan efek antibakteri yang lebih kuat dibandingkan penggunaan nanopartikel saja.
Kondisi terbaik ditemukan pada penggunaan AgNPs 1 mM dengan penyinaran laser selama 120 detik. Pada kondisi tersebut, tingkat kematian S. aureus mencapai 94,9%, sedangkan E. coli mencapai 92,9%.
Analisis statistik juga menunjukkan bahwa konsentrasi nanopartikel dan perlakuan cahaya memberikan pengaruh terhadap efektivitas pembunuhan bakteri.
Temuan ini memperlihatkan bahwa bahan yang sederhana dan mudah ditemukan seperti daun pepaya dapat dikombinasikan dengan teknologi nanomedis dan laser untuk menghasilkan pendekatan baru dalam pengendalian bakteri.
Namun demikian, hasil penelitian ini masih merupakan tahap awal. Penelitian berikutnya diperlukan untuk mengetahui secara lebih mendalam mekanisme kerja nanopartikel, menentukan konsentrasi yang optimal, serta terutama menguji keamanan nanopartikel terhadap sel manusia. Pengujian seperti MIC, MBC, analisis ROS, time-kill kinetics, serta uji sitotoksisitas juga diperlukan sebelum teknologi ini dapat dipertimbangkan untuk aplikasi klinis.
Penelitian ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana kekayaan hayati Indonesia, nanoteknologi, dan teknologi fotonik dapat dipadukan untuk menjawab salah satu tantangan kesehatan global: meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik.
Dengan pendekatan green synthesis dan terapi berbasis cahaya, inovasi ini membuka peluang untuk pengembangan teknologi antimikroba yang lebih ramah lingkungan dan berpotensi menjadi pelengkap terhadap terapi antibiotik di masa mendatang.
Penulis: Prof. Dr. Khusnul Ain, S.T, M.Si.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Rohadatul Aisya, Ahmad Faisal Islamudin, Anindya Chandra Faizah, Elmira Rofida Alhaq, Yazid Muhammad Amruloh, Fransiska Maria Aprihapsari, Andi Hamim Zaidan, Joshua Alexander Arief, Suryani Dyah Astuti, Khusnul Ain, Inten Firdausi Wardhani, and Saifur Rahman, 2026, Green Synthesis of Silver Nanoparticles from Carica papaya Leaves for Antimicrobial Photodynamic Therapy against Staphylococcus aureus and Escherichia coli, Egyptian Journal of Veterinary Sciences, Vol. 57(7), pp. 419-427.
DOI: 10.21608/ejvs.2026.438581.3246





