东京热

东京热 Official Website

Satu Tahun Berdiri, 鈥淧ustaka Saga鈥� Turut Hidupkan Budaya Literasi

UNAIR NEWS – 鈥淎ku rela dipenjara asalkan bersama buku. Karena dengan buku aku bebas.鈥� Kalimat di atas pernah keluar dari mulut seorang proklamator yang juga sekaligus wakil presiden pertama Indonesia, Drs. Muhammad Hatta. Semasa perjuangan kemerdekaan, tokoh yang dijuluki Bapak Koperasi Indonesia tersebut berkali-kali diasingkan dan harus menghuni jeruji besi. Namun, beliau tidak pernah surut karena tetap bisa produktif memantau perkembangan dunia dan menambah wawasan dari balik penjara. Apalagi kalau bukan bersama buku.

Apa yang ditunjukkan oleh Bung Hatta menjadi contoh nyata betapa pentingnya buku dalam kehidupan seorang cendekiawan. Bahkan, bisa dipastikan bahwa para pemimpin besar bangsa, juga dunia, selalu berkawan akrab dengan buku. Hal itu seharusnya menjadi pelajaran bagi mahasiswa, cendekiawan muda yang akan menjadi calon pemimpin bangsa di masa mendatang, untuk gemar membaca buku.

Namun, bagaimana jadinya jika mahasiswa justru jauh dari buku? Perkembangan teknologi yang sangat pesat dewasa ini membuat mahasiswa lebih akrab dengan media sosial ketimbang membaca buku referensi.

Hal-hal itulah yang menjadi sumber kegalauan kami, alumni 东京热, Arif Syaifurrisal (Budidaya Perairan, FPK 2009) dan Gading Ekapuja Aurizki (Pendidikan Ners, FKP 2010), atas minimnya minat聽baca mahasiswa sebagai kaum intelektual. Atas dasar kekhawatiran tersebut, kami mencari cara untuk mendekatkan kembali para mahasiswa dengan buku.

Pada bulan Februari 2015, kami memutuskan untuk mendirikan sebuah penerbit dengan nama 鈥淧ustaka Saga鈥�. Penerbitan ini sebagai strategi untuk mengajak mahasiswa kembali membaca, khususnya melalui buku-buku karya mahasiswa. Di bawah naungan CV. Saga Jawa Dwipa, 鈥淧ustaka Saga鈥� memberdayakan potensi mahasiswa, khususnya mahasiswa UNAIR, sebagai penggerak dapur penerbitan. Kegiatan di 鈥淧ustaka Saga鈥� mulai dari penyuntingan, mengatur tataletak, perwajahan, yang hampir semuanya dikerjakan oleh mahasiswa UNAIR.

鈥淪aga鈥� merupakan singkatan dari Satria Airlangga. 鈥淧ustaka Saga鈥� menerbitkan buku-buku dengan tema organisasi, pergerakan mahasiswa, sejarah, kepemudaan, inspirasi, pemikiran, dan sastra.

Kini, setelah satu tahun berdiri, 鈥淧ustaka Saga鈥� telah mencetak sekitar 20 judul buku. Diantara judul-judul tersebut yaitu Menjaga Nafas Gerakan (Gading E.A.), Kuasa Jilbab (Kang Heri Setiawan), Dari Mahasiswa untuk Indonesia Berprestasi (Jawwad dan Hakim, dkk), Mister Gagal (Shalahuddin Al-Fatih), Ayo Main Biar Pinter (Mei Yunlusi Irawati), Jejak-Jejak Mengangkasa (Gading EA, dkk), dan beberapa buku lainnya.

Para penulis buku yang diterbitkan oleh 鈥淧ustaka Saga鈥� mayoritas masih berstatus sebagai mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Medan, Solo, Jakarta, Bandung, dan Manado. Buku-buku terbitan 鈥淧ustaka Saga鈥� juga sudah didistribusikan ke seluruh penjuru Nusantara, serta dibedah di beberapa kota di Indonesia.

Saat ini 鈥淧ustaka Saga鈥� sedang membangun jejaring distribusi agar mampu memenuhi permintaan buku di setiap daerah. Pusat pemasaran dan distribusi berada di Jakarta dan dikelola oleh alumnus FISIP UNAIR yang saat ini melanjutkan studi di Universitas Pertahanan (UNHAN), Anis Maryuni Ardi.

Arif Syaifurrisal sebagai Direktur Utama berharap kehadiran 鈥淧ustaka Saga鈥� dapat menyemarakkan kembali budaya literasi di kalangan pemuda, khususnya mahasiswa.

鈥淪eyogianya, mahasiswa sebagai intelektual masa depan tidak boleh terlepas dari aktivitas literasi. Ke depan, semoga 鈥淧ustaka Saga鈥� dapat semakin mendekatkan mahasiswa dengan dunia literasi,鈥� papar pemuda asal Bojonegoro tersebut.

Mahasiswa dapat memanfaatkan 鈥淧ustaka Saga鈥� sebagai sarana untuk belajar. 鈥淧ustaka Saga鈥� sangat terbuka bagi mahasiswa yang ingin belajar bagaimana mengurus dapur penerbitan. Kami juga mendorong para penulis muda untuk menerbitkan naskahnya di 鈥淧ustaka Saga鈥�. (*)

Penulis:Gading Ekapuja Aurizki
Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT