
Di tengah tantangan polusi udara yang kian mengkhawatirkan di kota-kota besar Indonesia, sebuah penelitian terbaru membawa angin segar bagi dunia kesehatan. Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran 东京热 berhasil mengungkap potensi luar biasa dari Terong Belanda (Solanum betaceum) dalam melindungi organ paru-paru dari dampak buruk paparan timbal.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Majalah Biomorfologi ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari buah yang kaya warna ini mampu meningkatkan ekspresi enzim Superoxide Dismutase (SOD), sebuah benteng pertahanan utama tubuh dalam melawan stres oksidatif akibat logam berat.
Ancaman Timbal di Udara Kita
Paparan timbal (Pb) bukanlah masalah sepele. Sebagai logam berat beracun yang tidak dapat terurai di lingkungan, timbal menjadi polutan udara utama yang berasal dari berbagai sumber seperti limbah pabrik, pembakaran sampah, hingga pabrik baterai timbal-asam. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan polusi udara memperpendek angka harapan hidup global hingga 2,3 tahun, sementara di Indonesia sendiri, angka kematian akibat polusi udara mencapai 60.000 jiwa setiap tahunnya.
Ketika timbal masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, logam ini memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) secara berlebihan di jaringan paru-paru. Penumpukan ROS yang melampaui ambang batas fisiologis menyebabkan stres oksidatif, merusak struktur seluler, dan memicu berbagai penyakit pernapasan kronis, termasuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Superoxide Dismutase: “Malaikat Pelindung” Sel
Dalam kondisi normal, tubuh manusia memiliki sistem pertahanan antioksidan endogen yang kuat. Salah satu yang terpenting adalah enzim SOD. SOD berperan sebagai garis pertahanan pertama yang menetralkan radikal bebas sebelum mereka sempat merusak sel-sel paru. Namun, paparan timbal yang terus-menerus sering kali melemahkan mekanisme pelindung ini.
Di sinilah Terong Belanda memainkan perannya. Dikenal luas di Indonesia karena khasiat obatnya, buah ini kaya akan senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan antosianin. Senyawa-senyawa ini bekerja sebagai antioksidan organik yang menetralkan radikal bebas dan mengurangi kerusakan oksidatif pada sel.
Detail Eksperimen dan Temuan Kunci
Tim peneliti yang dipimpin oleh Karina Putri Dianita melakukan studi eksperimental menggunakan 25 ekor mencit (Mus musculus) jantan sebagai model. Mencit tersebut dibagi menjadi lima kelompok, termasuk kelompok kontrol dan kelompok yang diberi paparan timbal asetat dosis 0,075 g/kg berat badan selama 35 hari.
Tiga kelompok perlakuan diberikan ekstrak etanol Terong Belanda dengan dosis berbeda: 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB. Hasilnya sangat signifikan:
- Dosis Efektif: Pemberian ekstrak Terong Belanda pada dosis 100 mg/kg BB menghasilkan peningkatan ekspresi SOD yang paling signifikan di jaringan paru-paru dibandingkan kelompok yang hanya terpapar timbal.
- Pemulihan Antioksidan: Meskipun paparan timbal dosis rendah memicu mekanisme adaptasi tubuh, pemberian ekstrak Terong Belanda mampu meningkatkan level SOD hingga setara atau bahkan melampaui kondisi normal (kontrol negatif).
- Fenomena Kejenuhan: Menariknya, peningkatan dosis menjadi 200 mg atau 400 mg tidak memberikan efek tambahan yang signifikan. Hal ini menunjukkan adanya efek kejenuhan, di mana sel memiliki kapasitas terbatas untuk merespons stimulasi antioksidan tambahan setelah ambang tertentu tercapai.
Harapan Baru Bagi Masyarakat di Wilayah Industri
Penemuan ini memberikan harapan besar bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan dengan risiko paparan logam berat tinggi, seperti di sekitar kawasan industri pengolahan baterai bekas (ULAB). Hasil studi menunjukkan bahwa kandungan flavonoid dalam Terong Belanda tidak hanya menetralkan radikal bebas secara langsung, tetapi juga mampu merangsang ekspresi gen antioksidan alami tubuh.
“Ekstrak etanol Terong Belanda, khususnya pada tingkat 100 mg/kg BB, secara efisien meningkatkan ekspresi SOD di paru-paru mencit,” tulis para peneliti dalam laporan mereka. Hal ini mengukuhkan potensi Terong Belanda sebagai agen obat alami yang dapat memperkuat sistem pertahanan tubuh terhadap elemen berbahaya di lingkungan.
Langkah ke Depan
Meski menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan, para peneliti mencatat beberapa keterbatasan. Penelitian ini baru berfokus pada ekspresi SOD di organ paru dan belum menganalisis dampak sistemik pada organ lain atau membandingkannya dengan antioksidan standar.
Ke depannya, direkomendasikan adanya studi lebih lanjut untuk menganalisis indikator stres oksidatif lainnya, seperti MDA (Malondialdehyde) dan GPx (Glutathione Peroxidase), serta melakukan pemantauan jangka panjang untuk memastikan efektivitasnya pada manusia.
Dengan semakin tingginya tingkat polusi, kembali ke sumber daya alam seperti Terong Belanda mungkin menjadi salah satu solusi cerdas dan terjangkau dalam menjaga kesehatan paru-paru bangsa
Oleh : dr. Herley Windo Setiawan, Sp.P
Fakultas Kedokteran 东京热
Referensi :
Dianita KP, Setiawan HW, Fatimah N, I鈥檛ishom R, dan Subkhan M. The Effect of Ethanol Extract of Tamarillo (Solanum betaceum) on Superoxide Dismutase Expression in Mouse (Mus musculus) Lungs after Lead Acetate Exposure. Majalah Biomorfologi (Biomorphology Journal). 2026. Doi :





