东京热

东京热 Official Website

Penguatan Pengurangan Risiko Bencana: Prof. Rajib Shaw dari Keio University Ulas Strategi Ketahanan Global

SURABAYA 鈥� Pakar internasional pengurangan risiko bencana (Disaster Risk Reduction/DRR) dari Graduate School of Media and Governance, Keio University, Prof. Rajib Shaw, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi global dan integrasi teknologi dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana. Dalam paparannya, ia menggarisbawahi bahwa strategi DRR tidak lagi cukup hanya bersifat responsif, melainkan harus berbasis pencegahan (prevention) serta mitigasi yang terencana secara berkelanjutan.

Poin Kunci dan Strategi Utama Disaster Risk Reduction

Manajemen Bencana Berbasis Komunitas (CBDRM): Menguatkan peran dan partisipasi masyarakat lokal sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan, pemetaan risiko, serta penanganan awal saat krisis terjadi.

Integrasi Inovasi Teknologi dan AI: Pemanfaatan kecerdasan buatan, sistem peringatan dini berbasis data real-time, dan media digital untuk mempercepat penyebaran informasi krisis yang akurat.

Resiliensi Perkotaan dan Perubahan Iklim: Menyusun kerangka kerja adaptasi iklim yang terintegrasi dengan tata ruang kota untuk menekan risiko bencana alam di kawasan padat penduduk.

Sinergi Multi-Pihak (Hexa-Helix): Mendorong kolaborasi erat antara akademisi, pemerintah, industri, media, dan organisasi masyarakat dalam merumuskan kebijakan penanggulangan bencana yang inklusif.

Gagasan dan pandangan yang disampaikan Prof. Rajib Shaw ini memberikan arah baru bagi pengembangan kebijakan DRR, khususnya di kawasan Asia-Pasifik dan negara-negara rawan bencana seperti Indonesia. Penekanan pada pendidikan, riset aplikatif, dan kesiapsiagaan berbasis teknologi diharapkan mampu menekan potensi kerugian jiwa maupun ekonomi akibat dampak krisis iklim dan bencana alam di masa mendatang.

AKSES CEPAT