Pada tanggal 13-26 聽juli 2026, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan yang dibawahi oleh KMPV Pet and Wild, telah melaksanakan magang yang berlangsung di Unit Satwa K9 Pomdam V Brawijaya, dalam rentang waktu tersebut banyak sekali ilmu yang ditularkan oleh para senior. Disana kami menyaksikan secara langsung bagaimana anjing K9 dilatih dengan baik untuk menjadi partner di lapangan. Selain itu, kami mendapat kesempatan melakukan pemeriksaan fisik dasar secara rutin kepada anjing K9. Kondisi fisik mereka yang ramping dirancang khusus untuk mempermudah saat berlangsungnya operasi keamanan.
Ketika melihat anjing K9 beraksi dalam berbagai operasi keamanan, banyak orang langsung terpukau oleh ketangkasan dan kepintarannya. Mereka mampu mendeteksi bahan berbahaya, mencari orang hilang, hingga membantu aparat dalam berbagai situasi yang sulit. Namun, di balik kemampuan luar biasa tersebut, ada proses latihan panjang yang penuh tantangan dan tidak semudah yang dibayangkan.
Anjing K9 bukanlah anjing biasa yang tiba-tiba memiliki kemampuan khusus. Sebelum bertugas di lapangan, mereka harus melewati berbagai tahapan pelatihan yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan kerja sama yang kuat antara anjing dan pawangnya. Hubungan keduanya menjadi faktor penting karena keberhasilan tugas tidak hanya bergantung pada kecerdasan anjing, tetapi juga komunikasi yang terjalin selama proses pelatihan.
Proses pelatihan biasanya dimulai sejak usia muda. Kami menyaksikan secara langsung bagaimana Pak Heri salah satu pelatih anjing K9 di Unit Satwa Pomdam V Brawijaya dengan pengalaman puluhan tahun melatih pelacakan pada 鈥淎irin鈥 yang berumur sekitar 8 bulan. Tidak semua anjing dapat menjadi anggota K9. Mereka harus memiliki karakter tertentu, seperti berani, fokus, mudah dilatih, serta memiliki kondisi fisik yang prima. Beberapa ras yang sering digunakan antara lain German Shepherd dan Belgian Malinois. Ras-ras tersebut dipilih karena memiliki kemampuan belajar yang baik serta daya tahan tubuh yang tinggi.
Selain kemampuan penciuman, anjing K9 juga harus dibiasakan menghadapi berbagai kondisi yang mungkin ditemui saat bertugas. Mereka dilatih di area terbuka, bangunan, kendaraan, bahkan tempat yang penuh gangguan suara. Tujuannya agar mereka tetap fokus dan tidak mudah teralihkan saat menjalankan tugas. Bagi sebagian anjing, tahap ini menjadi tantangan tersendiri karena mereka harus belajar mengendalikan rasa takut dan tetap patuh pada instruksi pawang.
Menariknya, metode pelatihan modern lebih banyak menggunakan pendekatan positif. Ketika berhasil menyelesaikan tugas, anjing akan mendapatkan hadiah berupa makanan, mainan favorit, atau pujian dari pawang. Cara ini terbukti lebih efektif karena membuat anjing merasa senang selama proses belajar. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya membentuk kemampuan kerja, tetapi juga menjaga kesejahteraan hewan.
Keberadaan anjing K9 juga memiliki kaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Melalui kemampuan mereka dalam membantu penegakan hukum, pencarian korban bencana, serta menjaga keamanan masyarakat, anjing K9 berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Pada akhirnya, ketangguhan anjing K9 bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Kemampuan luar biasa yang mereka miliki merupakan hasil dari latihan yang panjang, disiplin, serta kerja sama yang erat dengan pawang. Di balik setiap keberhasilan mereka di lapangan, terdapat kisah tentang kerja keras, kepercayaan, dan pengabdian yang sering kali tidak terlihat oleh masyarakat. Karena itulah, anjing K9 layak mendapatkan apresiasi sebagai salah satu mitra terbaik manusia dalam menjaga keamanan dan membantu sesama. Kami ucapkan terimakasih sebesar – besarnya kepada pihak Pomdam V Brawijaya yang telah mengizinkan kami melaksanakan magang dan membersamai kami dalam mendapatkan banyak ilmu baru disana.




