Foto bersama Panitia Deputra 9.0 pada kegiatan Simfoni Karya di SDN 01 Gerbo
FIB NEWS 鈥 Program Simfoni Karya menjadi salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh Divisi Pengajar DEPUTRA 9.0 BEM UNAIR sebagai wadah bagi siswa SDN 01 Gerbo untuk menampilkan hasil pembelajaran melalui pementasan seni. Program ini turut memadukan materi bahasa Inggris dan bahasa Jepang ke dalam berbagai penampilan yang melibatkan siswa. Kegiatan berlangsung pada Selasa (21/07/2026) di SDN 01 Gerbo, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan.聽
Koordinator Divisi Pengajar DEPUTRA 9.0, Muhammad Zidan Al Rashad menjelaskan bahwa Simfoni Karya lahir dari gagasan Divisi Pengajar untuk menyelaraskan materi yang telah diberikan kepada siswa dalam bentuk penampilan yang bernilai budaya. 鈥淪imfoni Karya sendiri adalah kegiatan yang kami dari pengajar inisiasikan ke anak-anak SDN 01 Gerbo guna menyelaraskan materi yang sudah diberikan menjadi bentuk penampilan yang dapat dimasukkan dalam kategori budaya,鈥 ujarnya.
Kolaborasi Bahasa Asing dalam Pementasan Seni
Dalam pelaksanaannya, Simfoni Karya memberikan tiga penampilan utama, yaitu story telling, vocal group, dan tari yang ditutup dengan flashmob. Setiap penampilan dibuat untuk mengimplementasikan materi pembelajaran bahasa asing yang telah diterima siswa, dengan memprioritaskan siswa kelas 4 sampai kelas 6 dalam penampilannya. Story telling dibawakan menggunakan bahasa Inggris, sementara vocal group menggunakan bahasa Jepang sebagai bagian dari penampilan. 鈥淜egiatan Simfoni Karya ini dapat memadukan dua bahasa asing tersebut dengan apik ke dalam penampilan,鈥 tuturnya Zidan.
Melalui konsep tersebut, harapannya siswa dapat memahami bahwa bahasa asing juga dapat diterapkan dalam kegiatan yang kreatif dan menyenangkan.

Salah satu kelompok siswa SDN 01 Gerbo sebagai penampil Simfoni Karya
Antusiasme Peserta Dorong Tercapainya Tujuan Program
Di balik pelaksanaannya, Simfoni Karya tak luput dari beberapa tantangan. Tingginya antusiasme siswa membuat panitia harus bekerja lebih maksimal dalam mengkoordinasikan jalannya kegiatan. Selain itu, koordinasi dengan pihak sekolah, terutama para guru, juga menjadi tantangan yang perlu diselesaikan selama proses persiapan.
鈥淭antangan bagi kami sendiri mungkin lebih ke antusias anak-anak yang berlebih sehingga dari panitia sendiri ada kalanya cukup kesulitan dalam menghandle anak-anak. Lalu kurangnya koordinasi dengan pihak sekolah, terutama para guru, juga menjadi salah satu tantangan yang harus kami hadapi. Namun, semua tantangan tersebut berhasil kami atasi dengan baik dan Simfoni Karya masih memberikan output yang positif,鈥 jelas Zidan.
Respon masyarakat pun dinilai positif. Banyak wali murid mendukung keikutsertaan anak-anak mereka, bahkan turut hadir menyaksikan pementasan. 鈥淜ami harap kegiatan ini dapat memperluas pemahaman siswa SD terhadap bagaimana implementasi bahasa asing dalam bentuk lain, tidak hanya berupa lembaran soal dan output nilai saja,鈥 tutup Zidan.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Katara Joy Kurniawan
Editor: Putri Andini




