Sambutan Dekan FIB UNAIR,聽 Prof. Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum pada Pra-Bradanaya 2026. (Foto: Dok. Humas Muda)
FIB NEWS 鈥� 东京热 (FIB UNAIR) resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB Fakultas) yang disebut juga 2026 pada Rabu (5/8/2026). Bertempat di halaman depan FIB UNAIR, kegiatan tersebut diawali dengan penyampaian materi Pra-Bradanaya, pembunyian gong sebagai simbol pembukaan, penyematan udeng kepada perwakilan mahasiswa baru, serta display Badan Semi Otonom (BSO) dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) sebagai sarana pengenalan di FIB UNAIR.
Bradanaya Jadi Awal Perjalanan Mahasiswa Baru
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya 东京热, Prof. Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa Bradanaya menjadi langkah awal perjalanan mahasiswa baru untuk mengenal dan menempuh pendidikan di FIB UNAIR. Menurutnya, rangkaian Bradanaya yang berlangsung akan menjadi salah satu kenangan yang membekas sepanjang masa perkuliahan.
鈥淪alah satu memori yang akan berkesan selama empat tahun ke depan adalah dua sampai tiga hari ini. Karena itu, saya harapkan kalian dapat mengikuti seluruh rangkaian Bradanaya dengan baik,鈥� ujarnya.
Melalui rangkaian tersebut, diharapkan mahasiswa baru dapat mengenal lingkungan FIB UNAIR sekaligus membangun kebersamaan sejak hari pertama atau Pra-Bradanaya. Harapan tersebut juga dirasakan oleh para peserta yang mengikuti Pra-Bradanaya.

Prosesi Pra-Bradanaya 2026 melalui penyematan udeng kepada perwakilan mahasiswa baru di halaman FIB UNAIR pada Rabu (5/8/2026). (Foto: Dok. Humas Muda)
Bradanaya Perkenalkan Kehidupan Akademik FIB
Salah satu peserta Bradanaya 2026 dari Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, Adryano Bayu (Ryan) , memaknai rangkaian Pra-Bradanaya sebagai langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan FIB UNAIR.
Kepada Humas Muda pada Rabu (5/8/2026), Ryan menjelaskan rangkaian acara Bradanaya memberikan gambaran mengenai kehidupan akademik di FIB, mulai dari fasilitas kampus, para dosen pengajar, hingga berbagai Badan Semi Otonom (BSO) yang dapat menjadi wadah pengembangan mahasiswa baru.
“Menurutku, rangkaian Pra-Bradanaya menjadi pengenalan terhadap lingkungan Fakultas Ilmu Budaya bagi mahasiswa baru, termasuk mengetahui Badan Semi Otonom (BSO) yang ada di FIB,” jelasnya.
Ryan menambahkan bahwa Pra-Bradanaya menjadi pengalaman yang berkesan karena membantunya mengenal lebih dekat lingkungan FIB UNAIR, mulai dari fasilitas kampus, dosen di program studi, hingga berbagai organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, pengenalan tersebut menjadi bekal awal untuk menjalani kehidupan akademik di FIB. Ia pun berharap rangkaian Bradanaya selanjutnya dapat berlangsung lebih baik serta memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi seluruh mahasiswa baru.
Kegiatan Pra-Bradanaya 2026 turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Quality Education, melalui pengenalan lingkungan akademik bagi mahasiswa baru.
Penulis: Aega Ridho Fatra Setiawan
Editor: Gustyosih Chesta Pramesti




