FH News (16/07/2026) | Sebagai bagian dari komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Hukum 东京热 melalui skema Jean Monnet Project EU Climate Policy and Sustainable Development (EU-CPSD) 2025-2028, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk 鈥淐limate Action for Youth: Penguatan Literasi Perubahan Iklim dan Aksi Lingkungan Berkelanjutan bagi Generasi Muda.鈥

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai perubahan iklim sekaligus mendorong lahirnya aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Jean Monnet EU-CPSD community engagement berfokus bagaimana penguatan pemahaman perubahan iklim khususnya pada generasi muda. Pada kesempatan ini, kegiatan community engagement dilakukan oleh tim pelaksana Jean Monnet EU-CPSD di Pondok Pesantren Al Amin, Paciran, Lamongan, 15 Juli 2026.
Materi disampaikan oleh Indria Wahyuni, Ph.D. dan Franky Butar-butar, LL.M. yang membahas secara ringan mengenai konsep dasar perubahan iklim perubahan iklim, dampaknya terhadap kehidupan, serta pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan.
Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai perubahan iklim sebagai salah satu tantangan global terbesar abad ke-21. Peserta diajak memahami bahwa perubahan iklim bukan sekadar isu lingkungan, melainkan persoalan yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, ketahanan pangan, ekonomi, hingga keadilan sosial. Melalui ilustrasi visual dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta memperoleh gambaran mengenai kondisi bumi yang semakin rentan akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca dan aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan.
Dalam pemaparannya, kedua narasumber menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim telah nyata dirasakan di Indonesia. Visualisasi mengenai kejadian banjir di Sumatra, kekeringan di sejumlah provinsi, hingga kebakaran hutan memperlihatkan bahwa perubahan iklim telah memberikan tekanan besar terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Sesi yang paling interaktif berlangsung ketika mendiskusikan pertanyaan sederhana, “Generasi muda bisa apa?” Pertanyaan tersebut menjadi titik awal untuk membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga lingkungan. Melalui berbagai ilustrasi visual, peserta diajak merefleksikan bahwa kebiasaan sehari-hari juga memiliki dampak terhadap lingkungan sehingga berbagai aksi sederhana generasi muda menjadi langkah penting dalam mengurangi emisi karbon, seperti membawa botol minuman sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, jalan kaki atau bersepeda, mengunakan tas reusable saat berbelanja, memilah sampah, serta aktif mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan di sekolah maupun masyarakat. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi pelopor perubahan menuju masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan
Baca Juga:
Suasana kegiatan berlangsung komunikatif, dan disertai dengan berbagai games, ilustrasi visual yang mudah dipahami oleh generasi muda. Pendekatan tersebut membuat isu perubahan iklim yang selama ini dianggap kompleks menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak hanya pada community engagement, kegiatan Jean Monnet 2025-2028 EU-CPSD, juga melakukan brownbag seminar (webinar), dan student seminar yang membahas tema-tema terkait dengan perubahan iklim dan lingkungan berkelanjutan.
Penulis Kontributor: Indria Wahyuni
Editor: Masitoh Indriani




