¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Perkuat Ekosistem Hutan Lestari, Guru Besar UNAIR Terima Penghargaan Gubernur Jatim di Jambore Perhutanan Sosial

Koordinator Laboratorium Manusia, Budaya, dan Ragawi (MaBuRag) FISIP Prof Dr Mohammad Adib Drs MA (Paling kakan, berpeci Batik Jogokariyan) menerima Plakat Penghargaan oleh Dr. (HC) Hj Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Guru Besar Ekologi UNAIR, Prof Dr Mohammad Adib Drs MA menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur. Penghargaan tersebut ia raih dalam momentum puncak Jambore Perhutan Sosial Jawa Timur yang terselenggara di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Madiun, pada Sabtu (13/6/2026). Penghargaan tersebut merupakan sebuah bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam memberikan pendampingan dan pengembangan perhutanan sosial di Jawa Timur. Karyanya yang berjudul Perhutanan Sosial: Konsep Praktik serta Dampaknya pada Masyarakat dan Lingkungan berhasil menjadi landasan akademis yang kuat bagi keberhasilan hilirisasi produk dan penguatan ekosistem perhutanan sosial di Jawa Timur.

Penyerahan piagam penghargaan tersebut berlangsung khidmat di hadapan ribuan peserta jambore. Hadir dalam jamboree, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial, Catur Endah Prasetiani P SSi MT. Selain itu, Prof Iman Prihandono, SH MH LLM PhD selaku Direktur PILAR (Pengelolaan Infrastruktur, Lingkungan dan Operasional) UNAIR juga hadir mewakili rektor UNAIR.

Prof Iman mengungkapkan rasa syukur dan bangganya terhadap sinergi yang terbangun antara dunia akademik dan pemerintah. “Di perhelatan bergengsi ini, terdapat akademisi UNAIR yang dipanggil oleh protokol untuk menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur. Ini merupakan pengakuan bahwa riset dan literasi kita memiliki dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar Prof Iman.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa berkolaborasi dengan perguruan tinggi adalah kunci dalam melakukan hilirisasi produk berbasis hutan. Jawa Timur, yang saat ini menempati posisi provinsi dengan luasan perhutanan sosial terbesar di Indonesia, di samping provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten, terus berupaya mentransformasi bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi melalui pendekatan teknologi dan pendampingan akademisi.

Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 dengan tema “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera” ini menjadi bukti keberhasilan Jawa Timur dalam mengonsolidasikan Kelompok Tani Hutan (KTH), pemerintah, dan akademisi dalam satu visi besar. Apresiasi tersebut harapannya dapat menjadi semangat pengembangan perhutanan sosial di Jawa Timur akan semakin kuat dan berkelanjutan.

UNAIR merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia yang berkomitmen tinggi dalam riset berbasis pengabdian masyarakat. Khususnya dalam isu-isu lingkungan, tata kelola infrastruktur, dan pembangunan berkelanjutan melalui lembaga seperti PILAR (Pengelolaan Infrastruktur, Lingkungan dan Operasional).

Prestasi Prof Adib ini sejalan dengan komitmen besar UNAIR. Dalam QS Sustainability Rankings 2026, UNAIR sukses mengukuhkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi paling berkomitmen di Indonesia. UNAIR berhasil meraih Peringkat #=1 Nasional untuk indikator Environmental Research dan Health & Wellbeing, serta Peringkat #=2 Nasional untuk indikator Good Governance dan Impact of Education. Capaian ini menegaskan bahwa dedikasi akademisi UNAIR, termasuk dalam riset perhutanan sosial, merupakan bagian dari visi besar institusi untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan.

AKSES CEPAT