东京热

东京热 Official Website

Penilaian Sistem Farmakovigilans di Salah Satu Rumah Sakit Terbesar di Indonesia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Sebagai negara berkembang, Indonesia harus memperkuat farmakovigilans untuk meningkatkan keamanan obat. Studi ini menilai profil sistem farmakovigilans, yang didefinisikan sebagai struktur dan proses organisasi untuk memantau keamanan obat di salah satu rumah sakit pemerintah terbesar di Kalimantan Selatan, Indonesia. Evaluasi ini secara khusus menggunakan kerangka kerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berfokus pada indikator struktural, proses, dan hasil untuk mengidentifikasi masalah, faktor yang memengaruhi, dan upaya yang telah dilakukan terkait farmakovigilans.

Studi deskriptif potong lintang ini dilakukan dari Desember 2021 hingga Januari 2022. Informasi dikumpulkan dari responden yang bertanggung jawab atas kegiatan farmakovigilans di setiap departemen menggunakan versi modifikasi dari indikator farmakovigilans WHO.

Data kuantitatif yang diperoleh dari indikator proses dan hasil dianalisis dengan menghitung frekuensi, persentase, dan angka absolut. Analisis statistik ini dilakukan menggunakan Microsoft Excel 2020 untuk Macintosh. Untuk komponen kualitatif, termasuk data dari indikator struktural dan wawancara, pendekatan pengkodean tematik digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu inti dan penyebab yang mendasarinya. Tanggapan dikodekan dan dikategorikan secara sistematis berdasarkan kerangka kerja Donabedian ke dalam faktor-faktor yang memengaruhi: regulasi dan standardisasi, fasilitas dan aksesibilitas, dan tenaga kesehatan. Tema-tema ini kemudian divisualisasikan menggunakan diagram tulang ikan untuk menguraikan rekomendasi strategis untuk mengoptimalkan sistem farmakovigilans rumah sakit.

Hasil pada indikator struktural, proses, dan dampak menunjukkan bahwa farmakovigilans telah dilakukan di rumah sakit, meskipun belum mencakup semua aspek yang ada. Beberapa masalah diidentifikasi untuk setiap indikator penilaian. Faktor-faktor yang memengaruhi meliputi regulasi dan standardisasi, fasilitas dan aksesibilitas, serta tenaga kesehatan dan pasien. Hal ini menunjukkan bahwa sistem farmakovigilans belum optimal.

Evaluasi sistem farmakovigilans menggunakan indikator WHO sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi masalah yang ada. Hal ini memungkinkan rumah sakit untuk mengembangkan strategi guna meningkatkan keselamatan pasien dalam penggunaan obat dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang memerlukan intervensi segera dan berkelanjutan. Evaluasi ini harus dilakukan secara berkala untuk mengoptimalkan sistem farmakovigilans rumah sakit. Penggunaan indikator WHO sebagai instrumen dalam penelitian ini menghasilkan hasil yang bermanfaat. Namun, karena keterbatasan rumah sakit, hasil yang diberikan tidak dapat dievaluasi secara mendalam dalam hal indikator struktural, indikator proses, dan indikator hasil atau dampak. Selain itu, dokumentasi farmakovigilans masih perlu ditingkatkan untuk memberikan analisis yang tepat. Penelitian kualitatif lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi masalah yang ada dalam keterbatasan pengumpulan data menggunakan indikator WHO.

Permasalahan yang diidentifikasi dalam penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan sistem farmakovigilans rumah sakit. Solusi dan strategi yang diberikan merupakan rekomendasi penulis untuk mengatasi permasalahan yang diidentifikasi. Dalam hal ini, rumah sakit dapat mengembangkan sistem farmakovigilans yang diimplementasikan secara bertahap dengan mengacu pada hasil evaluasi indikator WHO. Keberhasilan pengembangan sistem farmakovigilans ini membutuhkan keterlibatan semua pemangku kepentingan di rumah sakit, seperti tim manajemen, petugas kesehatan, dan pasien.

Nama Lengkap聽聽聽聽聽聽聽聽聽 : Prof. Dr. apt. Yulistiani, M.Si

Link Artikel Jurnal聽聽聽聽聽 :

AKSES CEPAT