Pernahkah kita mengira bahwa casing ponsel yang setiap hari digenggam dan menempel di tangan dapat menjadi tempat berkumpulnya bahan kimia berbahaya sekaligus bakteri penyebab penyakit? Temuan terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Hazardous Materials menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari, seperti sering menggunakan kosmetik, jarang membersihkan ponsel, dan penggunaan dalam jangka panjang, dapat mempercepat penuaan material casing berbahan thermoplastic polyurethane (TPU). Kondisi ini menciptakan permukaan yang lebih mudah mengakumulasi senyawa per- dan polyfluoroalkyl substances (PFAS), terutama PFOA dan PFOS, serta memperkaya keberadaan bakteri oportunistik.
Penelitian dilakukan melalui studi kohort selama 285 hari menggunakan casing TPU yang dipakai oleh relawan dengan berbagai kebiasaan penggunaan. Hasilnya menunjukkan bahwa casing dari pengguna dengan kebiasaan menggunakan kosmetik lebih sering dan memiliki kebersihan ponsel yang kurang baik mengandung kadar PFOA dan PFOS lebih tinggi dibandingkan kelompok lain. Selain itu, permukaan casing yang mengalami oksidasi dan retak mikro menjadi tempat ideal bagi mikroorganisme untuk tumbuh dan membentuk biofilm.
Yang menarik, paparan PFAS ternyata tidak hanya meningkatkan akumulasi bahan kimia pada casing, tetapi juga mengubah komposisi komunitas mikroba. Bakteri seperti Staphylococcaceae, Burkholderiaceae, dan Acinetobacter lebih banyak ditemukan pada casing dengan kadar PFAS tinggi. Mikroorganisme tersebut diprediksi memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang tercemar sehingga berpotensi bertahan lebih lama di permukaan casing.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa paparan PFAS melalui kontak kulit dengan casing ponsel dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap total paparan harian, terutama pada pengguna dengan intensitas penggunaan ponsel yang tinggi. Oleh karena itu, casing ponsel perlu dipandang sebagai salah satu sumber paparan lingkungan yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Sebagai langkah pencegahan, penulis menyarankan masyarakat untuk rutin membersihkan casing menggunakan alkohol isopropil 75%, mengganti casing yang telah menguning atau mengalami kerusakan, serta mengurangi perpindahan residu kosmetik ke permukaan ponsel. Di sisi lain, pengembangan material casing yang lebih tahan oksidasi dan mampu menghambat penyerapan PFAS menjadi tantangan penting bagi industri.
Secara lebih lengkap dapat dibaca pada link jurnal berikut:
Penulis: Heru Pramono, S.Pi., M.Biotech.





