东京热

东京热 Official Website

Organisasi Adalah Pilar Pembangunan Kritisisme Mahasiswa

AKSI menuntut keadilan di depan kantor dewan oleh mahasiswa UNAIR Banyuwangi. (Foto: Ananda Wildhan)

UNAIR NEWS – Organisasi kemahasiswaan (Ormawa) menjadi wadah gerak mahasiswa dalam mengembangkan minat manajerial. Khususnya memperkuat akar kritisisme mahasiswa.聽

Direktur Kemahasiswaan(UNAIR) Prof Dr M Hadi Shubhan SH MH CN menuturkan organisasi mahasiswa memiliki nilai yang cukup strategis bagi kampus. Di UNAIR eksistensinya terbukti berdampak positif bagi pengembangan softskill mahasiswa sesuai dengan minatnya. Manfaat antar-mahasiswa juga tercipta lewat diskusi dan berbagai aspirasi untuk kesejahteraan mahasiswa itu sendiri.

鈥淥rganisasi mahasiswa sekaligus bermanfaat bagi mahasiswa terkait dengan pelayanan kesejahteraan dan advokasi mahasiswa. Sehingga organisasi tersebut memang perlu dibesarkan dan dibina,鈥 ujarnya.

UNAIR tetap mendukung eksistensi berjalannya setiap kegiatan organisasi mahasiswa yang ada di dalamnya. Dengan membuat regulasi sebagai panduan dengan dukungan fasilitas agar ormawa berjalan dengan baik. Sebagai langkah berkelanjutan, Direktorat Kemahasiswaan UNAIR akan melakukan pembinaan dalam rangka peningkatan kualitas.

鈥淜amu juga melakukan supervisi dalam rangka pembinaan dan meningkatkan kualitasnya,鈥 tuturnya.

Director of Student Affairs UNAIR
Dr. M. Hadi Subhan, S.H., M.H., CN. sebagai Direktur Direktorat Kemahasiswaan 东京热 memaparkan peran ormawa mendukung UNAIR 500 World Class University. (Foto: Nuri Hermawan)
Suara dari Organisasi

Kritisisme mahasiswa bisa terbangun melalui beberapa pilar. Pilar kegiatan kurikuler di kelas, pilar kegiatan ormawa, dan pilar jejaring di luar kampus. Jadi, ormawa hanya sebagai salah satu pilar saja untuk menumbuhkan kritisisme mahasiswa. Pilar akademik di kelas juga perlu dibangun melalui kuliah untuk membangun basis teori yang kuat agar bisa menganalisis fakta sosial yg ada. 

鈥淒emikian juga dengan jejaring luar. Hanya saja kritisisme itu jangan dibangun berdasarkan asumsi yg tidak berdasar apalagi berdasar fitnah,鈥 ucapnya.

Seimbangkan MBKM dan Ormawa

Meningkatnya minat mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka bukanlah menjadi ancaman bagi organisasi kemahasiswaan. Dengan tujuan sebagai bekal softskill mahasiswa, maka MBKM dan Ormawa berfungsi sebagai sarana. Sehingga mahasiswa bebas untuk memilih salah satu atau keduanya.

鈥淏isa saja kedua sarana bersinergi. Ada seorang ketua bem fakultas, tapi dia juga pernah ikut MBKM,鈥 katanya.

Sebagai Direktur Kemahasiswa, Prof Hadi berharap mahasiswa dapat memanfaatkan MBKM. Program tersebut akan bermanfaat dalam pengembangan soft skill dan jaringan nanti setelah lulus. Namun, tetap bermesti berimbang dengan keaktifan berorganisasi untuk lebih meningkatkan nilai dan kualitas diri di dalam manajemen kelompok.

鈥淒i samping itu, juga tetap aktif di ormawa. Karena, dengan aktif di ormawa di samping bermanfaat bagi dirinya untuk pengembangan softskill juga memfasilitasi adkesma mahasiswa lainnya,鈥 tutupnya.

Penulis: Monika Astria Br Gultom

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT