东京热

东京热 Official Website

Menguatkan Peran Amil: Kunci Perbaikan Tata Kelola Zakat di Indonesia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, namun pengelolaannya masih menghadapi berbagai tantangan mendasar, terutama pada aspek sumber daya manusia atau amil sebagai pengelola utama. Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti ini menyoroti pentingnya penguatan tata kelola zakat melalui pendekatan Good Amil Governance (GAG). Dengan menggunakan metode DEMATEL dan Analytic Network Process (ANP), penelitian ini berhasil mengidentifikasi berbagai persoalan struktural serta prioritas strategi yang diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan amil dalam ekosistem zakat di Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama terletak pada lemahnya tata kelola dan belum optimalnya kebijakan makro yang mengatur manajemen sumber daya manusia di lembaga zakat. Selain itu, kompetensi amil juga menjadi isu penting, di mana masih banyak amil yang belum memiliki standar profesional yang jelas, termasuk dalam hal sertifikasi dan pengembangan kapasitas. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan kesejahteraan antar amil serta berdampak pada efektivitas pengelolaan zakat secara keseluruhan.

Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa amil tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi merupakan aktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan zakat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif dari pemerintah, termasuk pengakuan formal terhadap profesi amil, penyusunan standar nasional manajemen SDM, serta penyediaan sistem pelatihan dan sertifikasi yang terstruktur. Di sisi lain, lembaga zakat juga perlu memperkuat sistem internal, seperti pembentukan divisi khusus sumber daya manusia dan penerapan sistem manajemen yang terintegrasi.

Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan GAG tidak hanya berdampak pada peningkatan profesionalisme amil, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat. Dengan tata kelola yang lebih baik, potensi zakat dapat dioptimalkan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Hal ini menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam mendorong kesejahteraan sosial di Indonesia.

Ke depan, penelitian ini merekomendasikan perlunya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga zakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat regulasi dan implementasi GAG. Selain itu, studi lanjutan juga diperlukan untuk mengeksplorasi penerapan model ini dalam konteks yang lebih luas, termasuk perbandingan antarnegara, sehingga dapat menghasilkan kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan dalam pengelolaan zakat.

Penulis: Tika Widasuti

AKSES CEPAT