东京热

东京热 Official Website

Mengeksplorasi faktor-faktor penentu perilaku konsumen dalam mode santun (modest fashion) Islami: tinjauan sistematis dan arah penelitian masa depan

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Pendahuluan

Busana Islami yang sopan (Islamic modest fashion/IMF) adalah pakaian yang dikenakan oleh pria dan wanita Muslim, mencerminkan kesopanan dan sesuai dengan hukum Islam.聽IMF menggabungkan nilai kesopanan Islami dengan desain modern dan berfungsi sebagai bentuk ekspresi diri bagi umat Muslim.聽Dalam beberapa tahun terakhir, industri IMF telah berkembang pesat, didorong oleh peningkatan populasi Muslim dan daya beli mereka.聽Pengeluaran untuk pakaian oleh Muslim diperkirakan mencapai US$327 miliar pada tahun 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$433 miliar pada tahun 2028.聽Negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Turki menjadi pemain kunci dalam produksi dan konsumsi IMF.聽Literatur terbaru fokus pada perilaku konsumen IMF, dengan studi menunjukkan pengaruh religiositas, budaya, media sosial, dan teknologi sebagai penentu keputusan pembelian.聽Pemetaan dinamika ini penting untuk memahami perubahan perilaku konsumen.

Studi tentang perilaku konsumen Muslim menggunakan teori perilaku terencana (TPB) dan teori tindakan beralasan (TRA) untuk menjelaskan niat pembelian melalui sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. TPB lebih lengkap karena menggabungkan kontrol perilaku yang penting untuk konsumen Muslim. Di dunia digital, model penerimaan teknologi (TAM) membantu memahami pengaruh belanja online. Metode penelitian melibatkan pemodelan persamaan struktural dan analisis faktor untuk validasi. Namun, masih ada kesenjangan dalam penelitian, khususnya yang bersifat kontekstual atau terfragmentasi. Hingga kini, belum ada tinjauan literatur sistematis yang komprehensif tentang perilaku konsumen dalam mode Muslim. Tulis tinjauan literatur sistematis.

Metode

Studi ini menggabungkan pendekatan bibliometrik dan SLR, sesuai definisi yang diungkapkan oleh beberapa peneliti. SLR adalah metode untuk mengumpulkan dan menganalisis sumber primer terkait topik tertentu, bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Tujuan utama adalah untuk menyajikan latar belakang topik dan mengidentifikasi variabel penting. Protokol PRISMA digunakan dengan modifikasi tertentu, untuk menjawab pertanyaan penelitian tentang IMF. Setelah menentukan jumlah artikel, penelitian dilanjutkan dengan analisis bibliometrik menggunakan R-Biblioshiny untuk mengidentifikasi tren penelitian dan informasi penting lainnya.

Hasil

Penelitian tentang perilaku konsumen terhadap IMF telah mengalami pertumbuhan substansial dari tahun 2015 hingga 2025, khususnya dari tahun 2019 dan seterusnya. Makalah yang paling banyak dikutip, Farrag dan Hassan, menyelidiki dampak religiusitas terhadap perilaku konsumen Muslim, dengan karya mereka di Journal of Islamic Marketing sebagai referensi utama. Secara metodologis, pemodelan persamaan struktural kuadrat terkecil parsial adalah pendekatan dominan di bidang ini. Studi ini mengidentifikasi 39 penentu utama, termasuk religiusitas, sikap, norma subjektif, PBC, citra merek, dan kualitas layanan elektronik. Media sosial dan platform digital juga ditemukan memainkan peran penting dalam membentuk niat pembelian konsumen. Wawasan ini menggarisbawahi pentingnya menyelaraskan strategi pemasaran dengan nilai-nilai agama dan menggunakan alat digital untuk secara efektif melibatkan konsumen.

Penulis: Prof. Dr. Ririn Tri Ratnasari, S.E., M.Si.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Pardiansyah, E., Ratnasari, R. T., Alimusa, L. O., & Najmudin, N. (2026). Exploring the determinants of consumer behaviour in Islamic modest fashion: a systematic review and future directions. Journal of Islamic Marketing, 1-31.

AKSES CEPAT