UNAIR NEWS – Keberadaan sampah tidak bisa dimungkiri. Bahkan, adanya sampah juga berdampak negatif bagi masyarakat. Sementara itu, masyarakat biasanya kurang peka terhadap adanya sampah yang menumpuk tersebut, bahkan cenderung membiarkannya.
Hal itulah yang membuat mahasiswa magister keperawatan komunitas mengadakan pengabdian masyarakat di Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya. Acara pada 21-22 Oktober tersebut bertema 鈥漃engenalan dan Pemberdayaan Masyarakat tentang聽 Pengelolaan Bank Sampah鈥.
Menurut Rio Ady Erwansyah, S.Kep selaku penanggung jawab acara itu, pengabdian tersebut adalah bentuk pengamalan tridharma perguruan tinggi. Selain itu, sampahnya melimpah dan perlu ditangani. 鈥滽ami ingin sampah yang melimpah ini ditangani, khususnya oleh masyarakat sendiri. Jadi, dalam kesempatan ini, kami memberikan ilmu penanganan sampah dengan bank sampah,鈥 tuturnya.
Dia menjelaskan, Dupak dipilih karena akan dijadikan sebagai kelurahan percontohan. 鈥滵i kelurahan ini, sudah pernah dilakukan pengabdian oleh magister angkatan 9. Jadi, kami melanjutkannya sehingga nanti bisa dijadikan kelurahan percontohan,鈥 ujarnya.
Kegiatan itu dihadiri masyarakat perwakilan dari 21 RT, perwakilan perangkat lurah, dosen fakultas keperawatan, dan direktur Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS). 鈥滺ari ini akan ada materi dari perwakilan mahasiswa magister keperawatan komunitas dan direktur Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS). Kemudian, besok kami praktik dan terjun langsung ke setiap RT,鈥 lanjutnya.
Rio menambahkan, bank sampah tersebut bakal dibeli BSIS dan bisa dijadikan sebagai alat pembayaran PLN.
鈥滼adi, nanti sampah-sampah yang terkumpul di bank sampah dipilah, kemudian akan dibeli BSIS,鈥 ucapnya. (*)
Penulis: Akhmad Janni
Editor: Feri Fenoria





