UNAIR NEWS – Mahasiswa Pendidikan Profesi Ners 东京热 (UNAIR) edukasi orang tua untuk cegah diabetes melitus pada anak. Kegiatan tersebut bertajuk Cegah Diabetes Melitus pada Anak. Dengan Erik Sukma Dewa S Kep sebagai ketua, bersama delapan orang anggota, acara tersebut berlangsung di TK PKK Kalijudan, Surabaya. Acara tersebut menghadirkan para orang tua murid.聽
Kegiatan ini berawal dari keprihatinan mahasiswa terhadap meningkatnya konsumsi makanan dan minuman manis di kalangan anak-anak. Erik menjelaskan bahwa jajanan manis dengan bentuk dan topping menarik telah menjadi fenomena yang sulit dihindari. 鈥淔aktanya, konsumsi gula tambahan yang berlebihan pada anak, bisa meningkatkan risiko diabetes melitus. Penyakit ini tidak hanya diderita orang dewasa, namun juga menyerang usia anak,鈥 ringkas Erik.
Pemaparan Materi
Dalam kegiatan ini, Icha Nur Imami Puspita S Kep bertindak selaku pemateri. Dalam pemaparannya, Icha menjelaskan mengenai tanda dan gejala diabetes melitus pada anak. Sering mengompol, mudah haus dan lapar, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Icha juga mengedukasi terkait cara pencegahan. 鈥淒i antaranya menerapkan pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, hingga pentingnya membatasi konsumsi gula tambahan,鈥 ucapnya.

Selain memberikan materi, mahasiswa keperawatan juga berinovasi lewat buku saku yang khusus disusun untuk kegiatan ini. Buku saku ini berisi penjelasan tentang diabetes melitus, dengan tata bahasa sederhana dan ilustrasi menarik, dan mempermudah pemahaman. 鈥淏uku ini kami buat agar orang tua lebih mudah memahami informasi penting dengan cara yang praktis, 鈥渢ambah Erik.
Informasi Gizi
Selain pemberian materi dan buku saku, peserta juga dilatih untuk membaca tabel informasi nilai gizi pada kemasan jajan. Pelatihan ini menekankan pentingnya langkah agar orang tua dapat memilih produk yang lebih sehat. 鈥淜andungan seperti gula dan natrium sudah tercantum di kemasan. Tinggal bagaimana konsumen bijak menyikapinya,鈥 tegasnya.
Erik sebagai ketua kelompok berharap, agar kegiatan ini menjadikan orang tua lebih peduli terhadap pola makan, kesehatan serta risiko diabetes melitus pada anak. “Semoga apa yang kami berikan bisa diterapkan oleh orang tua di rumah, sehingga anak-anak menjadi sehat dan terhindar dari diabetes melitus. Kalau anak-anak sehat, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang hebat di masa depan,鈥 tutup Erik.
Penulis: Zahwa Najiba Putri Malika
Editor: Yulia Rohmawati





