UNAIR NEWS – Menjaga komunikasi aktif dengan rekan sejawat demi menyerap materi kuliah yang tertinggal menjadi strategi jitu bagi Muhammad Iqbal Taufani dalam membagi fokus. Lewat manajemen akademik tersebut, mahasiswa (FK) ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) ini sukses mengamankan penghargaan Honorable Mention bidang Biologi pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT). Di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C UNAIR, Kamis (11/6/2026).
Menyiasati Soal Heuristik dan Kejar Materi Blok
Bagi Iqbal, kompetisi tahun ini merupakan buah dari konsistensi jangka panjang yang telah ia rintis sejak tahun lalu. Meski memiliki modal pengalaman, tantangan terbesar yang ia hadapi di bidang biologi adalah luasnya cakupan ilmu dan tingginya tingkat analisis pada soal-soal tingkat nasional. Terutama dalam memprediksi kriteria penilaian juri pada lembar jawaban esai yang ia nilai cukup rumit.
“Untuk kesulitannya, dalam seleksi ini sebenarnya kita tidak tahu, karena biologi itu kan ilmu yang luas dan mencapai heuristiknya (tingkat analisis). Jadi tidak serta-merta jawabannya salah atau benar dan kita mengerti. Berada dalam keabu-abuan dan rasa tidak yakin bagaimana itu benar atau salah, jadi itu tantangan,” ungkap Iqbal.
Di sisi lain, Iqbal punya cara tersendiri untuk menyiasati ketertinggalan kuliah selama dispensasi kompetisi. Alih-alih terbebani dengan target juara di tengah padatnya materi blok FK UNAIR, ia memilih fokus menjaga komunikasi dengan teman seangkatan.
“Sebelumnya tentunya saya tidak berekspektasi karena sangat abu-abu banget untuk tahu bagaimana kriteria penilaian esai dari juri. Jadi kalau untuk strateginya, di akademik saya tetap akan follow up ke teman-teman bagaimana materi yang telah saya tinggalkan dan sebagainya,” imbuhnya.
Serap Pengalaman Senior
Keberhasilan Iqbal mendobrak ketatnya persaingan nasional tidak lepas dari ekosistem pembinaan berkelanjutan yang disiapkan oleh UNAIR. Sejak melewati tahapan seleksi internal, seleksi wilayah, hingga babak final nasional, Direktorat Kemahasiswaan secara konsisten memfasilitasi bimbingan intensif yang mempertemukan para delegasi dengan dosen ahli serta para alumni juara.
“Bimbingan dari UNAIR itu sangat-sangat membantu karena tidak hanya mengenal soalnya, tapi mengenal pengalamannya dari kakak-kakak tingkat yang berhasil meraih medali di tahun lalu. Setelah lolos di seleksi wilayah pun, sebelum seleksi nasional, juga ada bimbingan kembali,” tuturnya memberi apresiasi.
Menutup ceritanya, Ksatria Airlangga ini menitipkan sebuah pesan motivasi bagi seluruh mahasiswa yang sedang berjuang mengejar impiannya. Ia percaya bahwa proses yang tekun jauh lebih bernilai daripada sekadar bakat bawaan.
“Kalau dari yang saya pelajari dari ONMIPA ini, sebenarnya berhasil itu bukan hanya untuk orang yang jenius saja, tapi menurut saya untuk orang yang rajin. Jadi, rajin itu adalah kunci dari berhasil,” pungkas Iqbal optimistis.
Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.
Editor: Yulia Rohmawati





